Ojo Sembrono, Patuhi Anjuran Pemerintah

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan masyarakat ojo sembrono (Tidak main-main, red) dengan covid 19. Patuhi semua anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Yakni memakai masker jika keluar rumah, jaga jarak, tidak keluar rumah dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir.

“Sekali lagi, pesan saya Ojo Sembrono dengan virus covid 19. Saya meminta masyarakat mematuhi anjuran pemerintah,” papar Juliyatmono saat menanggapi satu orang dinyatakan positif covid 19.

Dia menambahkan yang bersangkutan asalnya asal Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, meninggal dunia dalam isolasi mandiri di rumah, Kamis (16/4/2020) sekira pukul 16.00. Pasien tersebut diketahui merupakan peserta Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. Laki-laki ini telah menjalani uji laboratorium kedua di RSUD Karanganyar pada Senin (13/4/2020) lalu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan warga setempat sudah mempersiapkan liang lahat. Pemakaman dilaksanakan malam ini di tempat pemakaman umum sesuai protap pemakaman pasien Covid-19. “Pemakamannya langsung malam kemarin juga. Masyarakat sudah dikondisikan dan dimakamkan di pemakaman kampung dan petugas pemakaman dari RSUD Karanganyar,” ungkapnya.

Sebelumnya mendiang sudah menjalani karantina di RSUD Karanganyar selama 14 hari, hasilnya baik. Sehingga diperbolehkan karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil laboratorium yang pertama. Selang beberapa hari, hasil laboratorium keluar dan pasien dinyatakan positif corona. “Senin kemarin sudah cek ulang (laboratorium kedua). Kami jemput dan bawa ke RSUD Karanganyar. Setelah itu diperiksa dan hasilnya belum keluar,” terangnya.

Sambung Juliyatmono, pasien lantas menjalani isolasi mandiri di rumah. Pasalnya yang bersangkutan mogok tidak mau makan apabila menjalani isolasi di rumah sakit. “Sekarang yang harus dijaga istrinya. Segera kami tindak lanjuti. Istrinya nanti akan menjalani rapid test atau swab,” terangnya.

Hingga saat ini pihaknya masih mempelajari riwayat penyakit dari pasien tersebut. Mengingat virus corona membuat kondisi kesehatan pasien menjadi lebih buruk apabila yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta. “Dengan peristiwa ini masyarakat harus lebih disiplin. Harus menjaga kesehatan,” ungkap Juliyatmono. (hr)