Penandatanganan Deklarasi Pilkades Damai

 

DiskominfoPembacaan Deklarasi Pilkades Damai

 

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi Forkompimda hadiri acara Deklarasi Pilkades Damai Serentak Gelombang III Tahun 2020 di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (3/02).

Sebanyak 20 Calon Kepala Desa (Cakades) dari tujuh desa penyelengara Pilkades serentak, secara bergantian menandatangani pernyataan deklarasi Pilkades Damai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Agus Heri Bindarto mengatakan, setelah dilaksanakan pengundian nomor urut dan penetapan calon, tahapan selanjutnya yakni kampanye yang akan dimulai pada 9 Maret 2020. Kemudian  hari tenang pada 10 maret 2020. Hingga tiba saat pemungutan dan perhitungan suara yang akan dilaksanakan pada 11 Maret 2020. Adapun pelantikannya Cakades terpilih akan dilakukan pada 3 April 2020.

Ia merinci, dari 20 Cakades di tujuh desa penyelenggara Pilkades serentak gelombang III 2020,  Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso ada 5 Cakades dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 4.436 orang. Desa Karangpandan Kecamatan Karangpandan ada 3 Cakades dengan jumlah DPT 4.382 orang.

Kemudian Desa Dawung Kecamatan Matesih ada 2 Cakdes dengan jumlah DPT 3.514 orang, Desa Kaling ada 3 Cakades dengan jumlah DPT 4.827 orang, Desa Gebyok Kecamatan Mojogedang ada 3 Cakades dengan jumlah DPT sebanyak 5.064 orang, Desa Pendem Kecamatan Mojogedang ada 2 Cakades dengan jumlah DPT sebanyak 3.631 orang dan Desa Tuban Kecamatan Gondagrejo ada 2 Cakades dengan jumlah DPT sebanyak 5.391 orang.

“Demi kelancaran penyelenggaraan Pilkades di tujuh desa, akan dilaksanakan pembekalan bagi panitia tingkat desa, KPPS, Cakades dan Saksi mulai 11 – 19 Februari 2020 di masing-masing desa,” katanya.

Ditemui seusai acara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, tahapan Pilkades serentak sampai saat ini berjalan lancar dan mantap. Ia berharap semoga dengan persiapan matang ini, penyelenggaraan Pilkades dapat berjalan lancar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mewanti-wanti panitia penyelenggara Pilkades serentak gelombang III 2020 supaya betul-betul dalam posisi netral, jangan tahapan terus berjalan, tapi ada persoalan yang belum selesai,” ujarnya.

Sambung Juliyatmono, pihaknya ingin melahirkan pemimpin yang baik di masing-masing desa. Terkait pengamanan, tidak ada perlakuan khusus dan semua dimaksimalkan di tujuh desa penyelenggara Pilkades serentak.

Ia menambahkan, kepada panitia jumlah pengguna hak pilih harus mendapatkan perhatian. Usahakan memberikan ruang demokrasi kepada pemilih senyaman mungkin.

“Jangan sampai menghambat. Kalau masih ngantri dan waktunya sudah habis semisal pukul 1. Berikan ruang menggunakan hak pilih bagi yang sudh mengantri dan datang di lokasi,” terangnya. (in/an)