Pengurus Fatayat NU Karanganyar Gelar Seminar “Beri Asi Generasi Berprestasi”

Diskominfo
Pemberian selamat kepada 17 Kader ASI Fatayat dari 17 Kecamatan se Karanganyar

Karanganyar-Dalam rangka mendukung dan mensukseskan program kesehatan yang direncanakan maupun yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Pengurus Fatayat NU Kabupaten Karanganyar gelar seminar kesehatan.

Acara yang diadakan pada Rabu pagi (29/01/20), tersebut dihadiri 250 peserta yang berasal dari 17 pimpinan anak cabang ( 17 Kecamatan se Kab Karanganyar) bersama gabungan 30 organisasi kewanitaan lain.

Seminar yang secara khusus mendorong program penggalangan ASI eksklusif ini, membahas berbagai macam persoalan dan dinamika yang terjadi di masyarakat.

Senada dengan penjelasan Ketua Pimpinan Cabang Fatayat Kab Karanganyar, Sri Lestari Rosjid bahwa praktek dilapangan, banyak ibu bekerja atau wanita karier yang enggan memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya dengan alasan kesibukan, selain itu kurangnya kesadaran para ibu muda dalam memberikan ASI eksklusif dengan alasan takut bentuk berubah.

Hal tersebut beberapa hal yang melatar belakangi diselenggarakannya seminar “Beri ASI Generasi Berprestasi” disamping kasus permasalahan stunting yang masih banyak terjadi.

Ditambahkan oleh Sri, saat ini telah terbentuk tim kader asi Fatayat yang lakukan pendampingan ke masyarakat, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinkes Karanganyar dalam memberikan edukasi dan penyuluhan.

“Pemberian ASI merupakan akidah perempuan, harus terus mengusahakan bagaimana tetap produktif, serta memberikan ASI dan gizi yg baik bagi anak-anak” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, yang mewakili Bupati Karanganyar mengungkapkan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini, acara yang cukup strategis dan memberikan kontribusi yang besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Karanganyar.

Lebih lanjut, Cucuk juga menerima masukan terkait langkah-langkah yang menjadi keputusan yang ada di Kabupaten Karanganyar, apakah kebijakan dalam bentuk Perda ini sudah cukup efektif dalam pembangunan kesehatan masyarakat Karanganyar.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi virus baik yang bisa menular ke organisasi kewanitaan lain di Kabupaten Karanganyar, Pemkab sudah punya perda yang berisi tentang Peningkatan kualitas hidup ibu dan anak, yang didalamnya ada himbauan mewajibkan pemberian ASI eksklusif” Jelasnya. (An/in)