Konferensi Pers Bawaslu Karanganyar

Diskominfo
Ketua Bawaslu Karanganyar, Nunung Ritwanita Priliastuti, saat memberikan sambutan.

Karanganyar-Bawaslu menetapkan 3 Desa sebagai percontohan pengawasan pemilu, yakni Desa Taman Sari (Kerjo), Desa Salam (Karangpandan) dan Desa Karang Bangun (Matesih). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kab. Karanganyar, Nunung Ritwanita Priliastuti pada konferensi pers hasil kinerja dan launching buku Bawaslu Karanganyar di Rumah Makan Gubug Ayam, Jaten. Kamis (26/12).

Desa pengawasan yang dimaksud adalah desa yang masyarakatnya sadar bahwa pemilu harus dilakukan secara jujur, adil dan transparan.

Disampaikan pula bahwa bawaslu juga menunjuk tiga desa lainnya sebagai desa anti politik uang, yaitu Desa Gentungan (Mojogedang) , Desa Tlobo (Jatiyoso) dan Desa Paseban ( Jumapolo).

Penunjukan enam desa sebagai desa pengawasan dan desa anti politik uang merupakan pengembangan dari program pengawasan partisipasif oleh masyarakat pasca pemilu yang dirintis oleh Bawaslu. Yang bertujuan agar inti dari demokrasi melalui pemilu terwujud.

“Meski tugas pengawasan pemilu sudah selesai saat pelantikan presiden dan wakilnya, namun Bawaslu tetap melakukan sosialisasi pengawasan pemilu dan sosialisasi anti politik uang dengan penunjukan desa pengawasan pemilu dan desa anti politik uang” ungkap Nunung.

Pada kesempatan tersebut turut diluncurkan Buletin Bawaslu Karanganyar edisi kedua yang berisi rangkuman hasil pengawasan pemilu 2019 serta peluncuran buku perdana Bawaslu yang bertajuk “Gerbang Demokrasi Di Bumi Intanpari” dengan pembahasan terkait perjalanan pemilu dan ide-ide kreatif untuk demokrasi yang akan datang, baik tentang penindakan sengketa, melawan politik uang, sosialisasi mengelola SDM, daftar pemilih tetap yang selalu bermasalah serta kreatifitas dalam kegiatan pengawasan maupun sekretariatan. (An/In)