SMKN Jenawi Karanganyar Luncurkan Aplikasi Smart School

Lounching Smart School oleh Kadinas Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah, Jumeri

 

KARANGANYAR – SMKN Jenawi, Kabupaten Karanganyar, mulai menerapkan penggunaan teknologi dalam sistem pengelolaan sekolah. Itu ditandai dengan peluncuran aplikasi Smart School yang dilaksanakan Rabu (18/12).

Kepala SMKN Jenawi, Sri Eka Lelana, mengatakan aplikasi Smart School sudah dirancang sejak Oktober 2019. Penggunaan teknologi itu telah diuji coba dalam pelaksanaan ujian akhir semester pada November 2019. “Jadi, saat ujian tidak menggunakan kertas, tapi sudah berbasis android. Bagi siswa yang belum siap, pihak sekolah menyediakan ruang laboratorium untuk mengerjakan,” katanya.

 

Dijelaskannya, Smart School merupakan pengelolaan atau manajemen sekolahan berbasis teknologi informasi (TI). Seluruh warga sekolah dapat mengakses web sekolahan, bukan hanya soal nilai rapot dan absensi. “Bahkan program sekolahan bisa diakses di aplikasi itu, sehingga tidak hanya berhenti dalam penggunaan teknologi dalam ujian saja,” jelasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng, Eris Yunianto, menambahkan, konsep ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yang ada di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI.

Pada prinsipnya, ada kolaborasi antara orangtua dan sekolahan. “Kelemahan anak selama mengikuti proses pembelajaran bisa diketahui orangtua,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, menyampaikan, konsep Smart School merupakan basis teknologi yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Seiring berkembangkan era 4.0, teknologi dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar.

“Sampai saat ini sudah ada sekitar 30 persen SMA/SMK di Jateng yang telah menerapkan konsep Smart School. Kita akan terus kembangkan. Ini praktis, murah biayanya, tidak menggunakan banyak kertas, dan bisa diakses orangtua. Kita akan kaji terus, kurangnya apa. Semisal kurang sarprasnya nanti kita bantu,” katanya, saat ditemui seusai acara.

Menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas bisa diciptakan melalui pendidikan.

Akan tetapi itu tidak cukup dipasrahkan kepada pihak sekolah saja, harus ada dukungan dari orang tua.

“Waktu anak-anak berada di sekolahan sekitar 25 persen dan waktu di rumah sekitar 60 persen. Sisanya berada di luar,” ungkapnya. Dijelaskan Jumeri, membantuk SDM unggul harus dimulai sejak kecil,  mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. (hr/adt)