Jumlah Masjid dan Mushola Terus Meningkat Di Karanganyar

Diskominfo
Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan

Karanganyar-Jumlah Masjid dan Mushola di wilayah Kabupaten Karanganyar dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, hal tersebut disampaikan oleh Kepala DMI Karanganyar, Abdul Muid saat memberikan laporan pada acara silaturahmi DMI Wilayah Jateng di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar pada Senin (16/12).

Dijelaskan bahwa kenaikan jumlah masjid dan mushola tersebut berdasarkan data yang tercatat pada tahun 2011 sebanyak 2.694, tahun 2015 sebanyak 3.033 dan tahun 2019 sebanyak 3.364. Artinya tiap bulan berdiri tiga masjid atau mushola baru di Karanganyar, untuk itu pihaknya merasa perlu untuk meningkatkan upaya memakmurkan masjid.

Lebih lanjut disampaikan susunan organisasi DMI telah dibentuk baik di cabang maupun kecamatan, dengan kepengurusan yang jelas maka dalam menjalankan tugas seperti melakukan pencatatan jumlah masjid dan mushola akan lebih mudah dan valid. Data valid tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar pembagian zakat fitrah.

Pelatihan memandikan jenazah di setiap kecamatan telah dilaksanakan, fasilitas ambulan gratis dan kain kafan gratis pun telah diupayakan dalam rangka memakmurkan masjid. Hal tersebut terwujud tak lepas dari kerjasama DMI daerah, DMI cabang dan DMI ranting.

Pembangunan Masjid Agung Karanganyar turut disinggung Abdul Muid, disampaikan bahwa DMI dan umat muslim di Karanganyar merasa senang dengan akan dibangunnya masjid senilai 101 M yang diprakarsai oleh Bupati Juliyatmono tersebut.

Masjid yang dapat menampung sekitar 17 ribu jamaah tersebut diharapkan dapat menjadi masjid potensial yang dapat dijadikan percontohan bagi wilayah disekitarnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terimakasih turut disampaikan kepada segenap pengurus DMI yang telah bekerja keras dalam usaha memakmurkan masjid di Bumi Intanpari.

“Bapak ibu yang bersedia jadi pengurus ini lebih karena panggilan hati dan kesadaran mencintai masjid, yang didorong oleh niat lillahi ta’ala. Ini adalah pekerjaan yang baik dan mulia” terangnya.

Secara tegas bupati menghimbau agar masjid yang belum ber IMB segera diurus perizinannya sehingga nantinya tidak ada komplain, selain itu dengan adanya legalitas maka akan mencegah timbulnya masalah di kemudian hari.

“Sekarang ini merupakan Era keterbukaan dengan tingkat kesadaran hukum yang tinggi, karena itu kita jangan berada pada pemahaman bahwa hanya karena mayoritas, sehingga mengecilkan hal-hal yang bersifat legalitas” imbuhnya.

Dijelaskan pula bahwa pemberian bantuan dana APBD bagi tempat ibadah oleh ketentuan diperbolehkan asal telah berbadan hukum, karenanya bagi 17 masjid yang diposisikan sebagai masjid agungnya kecamatan agar segera mengurusnya dengan berkonsultasi dengan notaris. Supaya secara kelembagaan terorganisasi dengan bagus, sarana prasarana juga tertata baik. (An/in)