Lewat Kesenian, Formaka Sajikan Gelar Budaya Bagi Masyarakat Karanganyar

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara Gelar Budaya Bersama Forum Mahasiswa Karanganyar, Sabtu(07/12/19)

Karanganyar – 07 November 2019

Forum Mahasiswa Karanganyar (Formaka) menampilkan gelar budaya untuk kelima kalinya bertempat di Plaza Alun-alun Karanganyar, Sabtu (7/12/2019) malam.

Dalam gelar budaya ber tema membangun budaya memberi saran bukan kritik, Formaka berkolaborasi dengan Congwayndut, ISI Solo dan sejumlah pelajar SMA/SMK menampilkan opera berjudul Senandung Kidung Anak Negeri.

“Kita sebagai mahasiswa, banyak yang menyampaikan kritikan kepada pemerintah dan pihak lain itu dengan cara semisal demo atau status (Medsos).

Melalui ini kami ingin menyampaikan kritik melalui kesenian,” kata Ketua Panitia Gelar Budaya yang juga anggota Formaka, Tomi Adi Pratama kepada Tribunjateng.com, Sabtu (7/12/2019) di sela acara. Ia mengungkapkan, melalui opera Senandung Kidung Anak Negeri, pihaknya menyoroti perihal pudarnya rasa persatuan dan kesatuan serta kebinekaan yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia.

“Senandung Anak Negeri ialah suara anak negeri, khususnya suara pemuda.

Kritik yang kami sampaikan soal pudarnya rasa persatuan dan kesatuan. Seperti kasus diskriminasi yang terjadi di Surabaya,” ungkapnya. Tomi berharap melalui kesenian ini dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

Lanjutnya, gelar budaya ini merupakan Program Kerja (Proker) Formaka tahunan, yang kini sudah kelima kalinya digelar. Namun pada kesempatan ini, Formaka ingin turut andil dan menyemarakan Hari Jadi ke-102 Karanganyar. Opera Senandung Anak Negeri berduasi hampir sekitar 2 jam. Selain itu Reog Ponorogo, Tari Kontemporer dan Congwayndut juga turut memeriahkan gelar budaya malam ini.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, perhatian pemerintah kepada mahasiswa Karanganyar luar biasa. Setiap mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri, diberikan beasiswa supaya mereka bangga sebagai putra-putri Karanganyar.

“Pesan saya, teruslah belajar, teruslah tetap menjaga idealisme, terus tetap memiliki daya kritis memberikan masukan konstruktif.

Termasuk malam ini menyuguhkan penampilkan seni sebagai bentuk kritik. Harus terus dibangun spirit optimis melihat masa depan, karena bangsa ini sangat tergantung kualistas SDM-nya, terutama mahasiswa,” ungkapnya.

Menurutnya, orientasi orang bersekolah itu bagaimana jangan sampai mencari pekerjaan, sedapat mungkin terus berkaya dan menciptakan peluang.

Lanjutnya, Kabupaten Karanganyar dipilih menjadi pilot project program Skill Development Center (SDC) yang dibina oleh Bappenas.

“Kita siapkan pemuda supaya memiliki spesifikasi keahlian.

Karena sekolah orientasinya bagaimana jangan sampai mencari pekerjaan, sedapat mungkin berkarya dan menciptakan peluang,” terangnya.(Ard/Tgr)