Final Asah Terampil Kelompok Tani

Diskominfo
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ngargoyoso unjuk kebolehan tampilkan yel yel

Karanganyar – Sebanyak enam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Karanganyar bersaing dalam babak Final Lomba Asah Terampil Petani Berprestasi tingkat Kabupaten di Terminal Wisata Bangun Makhutoromo Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Kamis (14/11).

Lomba tersebut diikuti enam BPP dari Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, Karanganyar, Colomadu, Jatiyoso dan Matesih.

Melalui kegiatan itu Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar mendorong para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Penyuluh Pertanian untuk menerapkan teknologi pertanian seiring berkembangnya zaman dan menciptakan produk unggulan.

Kepala Dispertan Karanganyar, Supramnaryo menyampaikan, lomba asah terampil petani berprestasi ini mengambil tema Membangun SDM Pertanian Menuju Sistem Pertanian Berbasis 4.0. Harapannya dengan kegiatan ini bisa menyemangati petani dengan menambah kreatifitas, pengetahuan dan penerapan teknologi sesuai berkembangnya zaman.

“Juri-juri dibekali pertanyaan kaitannya dengan perkembangan teknologi pertanian sesuai berkembangnya zaman. Dengan begitu diharapkan menambah pengetahuan petani,” katanya.

Selama ini sudah ada produk unggulan seperti singkong jalak towo dan ubi yang sudah digunakan sebagai bahan baku pelaku UKM di Karanganyar. “Kita ingin menciptakan produk unggulan baru lagi,” ungkap Supramnaryo.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, perlu adanya rumusan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Melalui kegiatan ini menjadi cara menyemangati petani untuk menciptakan produk unggulan.

Pemkab Karanganyar memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta bagi BPP yang masuk babak final sebagai penghargaan. Bantuan itu akan dianggarkan pada 2020. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk menciptakan produk unggulan yang memiliki nilai lebih.

“Saya beri bantuan sebesar Rp 25 juta untuk masing-masing (yang masuk enam besar). Ini untuk menyemangati mereka. Terserah mereka mau membuat apa. Mereka punya budidaya sendiri, inisiatif sendiri. Mau menanam cabai, ketela, atau porang. Sesuatu yang mempunyai nilai lebih. Ini penghargaan bagi mereka,” ungkapnya.

Adapun hasil lomba asah petani berprestasi itu, BPP dari Kecamatan Colomadu keluar sebagai juara pertama, kemudian Kecamatan Jenawi meraih juara kedua dan Kecamatan Ngargoyoso mendapatkan juara ketiga. (in/an)