DKK Cek Makanan dan Obat Ilegal kepada Sejumlah Pedagang di Karanganyar

Tim DKK Karanganyar melakukan pengecekan makanan dan obat ilegal di Karanganyar

KARANGANYAR – 10 Oktober 2019

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melalui tim satgas pemberantasan makanan dan obat ilegal memberikan pembinaan kepada sejumlah penjual di toko ritel dan swalayan yang ada di Kabupaten Karanganyar, Kamis (10/10). Kabid Sumber Daya Kesehatan DKK Karanganyar, Ita Kusumawati menyampaikan, dua tim menyebar di sejumlah toko ritel dan swalayan yang ada di Tawangmangu, Karangpandan, Karanganyar Kota dan Palur. “Ini sifatnya pembinaan.

Apakah didapatkan peredaran obat ilegal dan makanan yang tidak sesuai peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah dilakukan pembinaan ini nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev). Seusai dilakukan sosialisasi, dari Satnarkoba Polres Karanganyar dan Satpol PP akan melakukan penindakan. Ia menjelaskan, toko ritel dilarang menjual obat yang mengandung prekursor secara bebas tanpa adanya izin dari toko obat. “Tim saya mengecek di Tawangmangu dua toko dan di Karangpandan satu ritel modern. Selain obat, ada panganan ilegal atau makanan belum punya nomor registrasi. Juga ada yang kadaluwarsa, dan kemasan penyok,” terangnya

            Ita mengungkapkan, bagi pedagang yang kedapatan menjual makanan yang tidak layak jual akan membuat surat pernyataan untuk mengembalikannya kepada distributor.

Sedangkan obat yang tidak seharusnya diperjualkan secara bebas, pedagang harus mengurus izin toko obat ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karanganyar.

Sementara itu pemilik toko ritel modern di Karanganyar Kota, Dewi Subekti menuturkan, setelah dicek petugas ditemukan obat yang tidak boleh diperjual belikan secara bebas dan makanan yang kemasannya penyok atau rusak. “Makanan nanti diretur atau dikembalikan. Kalau obat-obatan, harus izin dulu apabila mau menjualnya,” tuturnya. (hr/ard)