Serikat Buruh di Karanganyar ’Sowan’ kepada Wakil Rakyat

Kepala Disdagnakerkop Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki memberikan statmen saat buruh melakukan orasi di depan gedung wakil rakyat

KARANGANYAR – 3 September 2019

Rencana Pemerintah untuk merevisi UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan mendapatkan penolakan dari serikat buruh di Bumi Intanpari. Para buruh menilai jika revisi itu dilakukan maka kesejahteraan para buruh akan semakin jauh dari harapan. Oleh karena itu, para buruh mendatangi gedung wakil rakyat untuk meminta dewan meminta DPR RI ikut menolak revisi UU No 13 tahun 2003.

                “Kami ingin UU No 13 tahun 2003 itu tidak direvisi. Kedatangan kami meminta dewan, untuk membuat surat ke DPR RI yang intinya buruh Karanganyar menolak revisi UU ketenagakerjaan tersebut,” papar Ketua DPD KSPN Karanganyar, Haryanto.

                Dia menambahkan saat ini yang jauh lebih penting adalah penegakkan hukum terhadap UU No 13 tahun 2003 tersebut. Contoh kasus, soal outsourcing pada kenyataanya banyak perusahaan melanggar. Memperkerjakan karyawan yang sudah dua tahun lebih namun tetap dioutsourcing. Padahal itu pekerjaan yang sifatnya tetap akan tetapi tidak juga segera diangkat. “Kita ingin penegakan hukum ketanagakerjaan UU 13 tahun 2003 tersebut. Padahal dalam Pasal 59 ayat 7 UU tersebut jelas disebutkan kalau perusahaan menyalahi aturan ayat 1-6 atau tidak memenuhi standar outsorcing maka buruh itu harus ditetapkan sebagai karyawan tetap,” imbuhnya.

                Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga kerja, dan Koperasi (Disdagnekerkop) Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan pihaknya akan melihat permasalahan ini terlebih dahulu.  Khususnya terkait rencana revisi UU No 13 tahun 2003. Namun demikian, jika ada buruh yang menyampaikan aspirasi pihaknya tetap akan menerima. “Kita rangkul bersama mereka apa yang menjadi keluhan mereka. Yang terpenting dalam pelaksanaanya berjalan dengan damai,” imbuh Waluyo Dwi Basuki.

Di gedung DPRD, para buruh diterima oleh Ketua Sementara DPRD Karanganyar, Bagus Selo dan Wakil Sementara, Anung Marwoko dan beberapa anggota dewan lainnya. (hr/adt)