Mahasiswa KKN UNS, Ajak Tanggulangi Masalah Sampah, Beri Teknik Mengelolanya

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto menyambut baik KKN UNS di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

KARANGANYAR – 19 Juli 2019

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa UNS di Kalisoro, Kecamaatan Tawangmangu membuat trobosan nyata untuk menanggulangi sampah. Mereka mengajak masyarakat di areal wisata Kelurahaan Kalisoro untuk pengelola sampah secara mandiri. Mulai memilah sampah dari organik, on organik dan limbah rumah tangga, kemudian mengolahnya menjadi nilai ekonomi. Sekaligus memberikan teknik mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos atau pupuk.

                “Kegiatan hari ini (19/07) adalah menggelar workshop zero waste management atau pengelola sampah secara mandiri. Kehadiran kami semoga dapat bersinergi dengan masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik,” papar Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNS, Dewi Puspita Sari, S.Pd, M.Sc saat memberikan sambutan Workshop Zero Managemet di Gedung Pertemuan Balai Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu (19/07)

                  Sementara Camat Tawangmangu, Rusdiyanto mewakili BUpati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di Kelurahaan Kalisoro. Mahasiwa diharapkan dapat menularkan pengetahuannya untuk masyarakat setempat. Termasuk dalam pengelolan sampah diharapkan dapat bersinergi dengan mahasiswa. “Kami mengucapkan terima kasih dengan kehadiran mahasiwa KKN di sini. Soal sampah, sejalan dengan program Bupati Karanganyar bahwa sampah harus tuntas di desa. Klau bisa sampah diatasi masing-masing rumah tangga,” imbuh Rusdiyanto.

                Dalam workshop tersebut, mahasiswa menghadirkan praktisi pengelolaan sampah di Surakarta, Denok Marty Astuti.  Ibu yang satu ini sudah aktif sejak 2014 mengelola sampah di lingkungan  terbatas. Denok juga menginisiasi gerakan sampah di Surakarta. “Awalnya, lingkungan rumah kami tidak mempunyai lahan untuk mengelola sampah. Kemudian, kami berinisiatif mendaur ulang sampah rumah tangga di lingkungan kami menjadi barang yang bermanfaat dan pupuk untuk pertanian,” ungkap Denok.

                Ibu yang menjadi konsultan pengelolaan sampah di Rutan Surakarta tersebut, menambahkan kawasan Kalisoro adalah kawasan wisata. Sebagai kawasan wisata, Kalisoro harus bersih dari sampah. Bisa jadi, pengelolaan sampah dengan baik maka akan menjadi eko wisata di kawasan lereng Gunung Lawu tersebut. Menurut Denok, Lingkungnya sudah membuat sampah menjadi tas, tempat vas bunga dan aneka barang menarik lainnya. “Lingkungan kami sudah dikunjungi beberapa daerah yang ingin belajar mengenai sampah,” tambahnya.

                Sementara Koordinator KKN Mahasiswa UNS, Firosy Ayatur Rohman mengatakan KKN ini terbagi dalam dua kelompok. Satu kelompok di Kelurahan Kalisoro dan satu kelompok lagi di Kelurahaan Nglurah, Kecamatan Tawangmangu. KKN ini diselenggarakan mulai bulan Juli dan Agustus 2019. (hr/adt/frd/ysf)