Dialog Dengan Gugus Tugas KLA Kabupaten Karanganyar

 

KARANGANYAR – Tim verifikasi Kabupaten Layak Anak (KLA) mengevaluasi hasil tinjauan lapangan yang dilakukan di beberapa sarana pendukung KLA di Kabupaten Karanganyar dan Tim KLA sudah melakukan pengecekan atau verifikasi lapangan hasil verifikasi mandiri yang dilakukan oleh gugus tugas pada Senin (6/5).

Hasil evaluasi tersebut disampaikan Tim KLA, Doktor Hamid Patilima dan Doktor Erna Ningsih kepada Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (7/5). 

Tim KLA, Doktor Erna Ningsih mengatakan, setelah melakukan verifikasi lapangan di beberapa tempat, sebagian sudah memenuhi persyaratan sebagai sarana penunjang KLA. Seperti Panti yang mengurus anak difabel, dan inovasi Disdukcapil terkait program three in one. “Prinsipnya Kabupaten/Kota Layak Anak itu dapat memenuhi hak asasi anak. Seperti halnya tidak mendapat kekerasan,” jelasnya.

Harapannya dengan begitu ada pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan, dengan adanya KLA tentu juga dapat mendorong kinerja dari dinas-dinas terkait.

“Verifikasi lapangan ini untuk mencocokan antara data dengan kondisi lapangan. Sebagian besar sudah sesuai. Juga untuk memberikan masukan, terkait pengembangan kedepannya. Tentu Karnganyar harus secara perlahan Meningkat. Bukan hanya menuju Kabupaten Layak Anak tapi juga menjadi Kabupaten Layak Anak,” ungkapnya.

Erna menambahkan, terkait istilah atau kata KLA beberapa masih ada yang belum tahu. Harapannya itu juga dapat disosialisasikan, mengingat publikasi menjadi salah satu indikator menuju KLA. 

Ia juga berharap, dengan adanya Perda dapat mencakup 5 kluster hak anak. Baik itu Hak sipil dan kebebasan, Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, Disabilitas, kesehatan dasar dan kesejahteraan, Pendidikan, Pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan perlindungan khusus. “Gugus tugas yang sudah ada, diharapkan lebih berfungsi lagi. Aktif kedepan mendorong kluster bisa tercapai,” paparnya.

Terkait pembuatan kebijakan, ia meminta untuk melibatkan Forum anak dalam pengembangan kebijakan. Sehingga suara anak dapat dijadikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan.

Sementara itu, Tim Verifikasi KLA, Doktor Hamid menambahkan, dalam mewujudkan KLA, harus ada dukungan atau sinergi dari masyarakat, pengusaha, media masa dan pemerintahan. “Beberapa tempat saya masih lihat adanya iklan rokok, seharusnya itu tidak ada. Ini juga akan menjadi tantangan dalam mewujudkan KLA di Karanganyar,” terangnya.

“Setelah tahapan ini tinggal menunggu pengumuman apakah mendapatkan predikat KLA atau tidak. Pengumuman nanti tanggal 23 Juli 2019, kalau mendapatkan predikat berarti Bupatinya akan diundang,” tuturnya.

Selanjutnya Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, beberapa evaluasi dan masukan akan segera ditindak lanjuti. Baik itu terkait publikasi pemberitaan anak, pembuatan ruang kreatif dan pelibatan forum anak dalam pengambilan kebijakan. “Perkiraan bulan Juli akan diadakan deklarasi desa layak anak di 177 desa. Nanti juga kita buat semacam lomba desa layak anak,” terangnya. (an/ina)