Simulasi Bencana Gempa Bumi Dan Kebakaran Di Kantor Setda Kabupaten Karanganyar

Diskominfo
Pertolongan Untuk Korban Bencana Gempa Bumi Dan Kebakaran

KARANGANYAR – Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko mengemukakan diperlukan perbaikan aspek keamanan gedung setda Kabupaten Karanganyar untuk mengantisipasi jatuh korban jiwa dan kerugian materi seusai simulasi gempa dan kebakaran di lingkungan kerja ASN tersebut, Jumat (26/4).

“Bagi rekan ASN, penting bagi mereka untuk mengenali bencana. Mereka dilibatkan sebagai obyek penanganan bencana gempa dan kebakaran dalam simulasi kali ini. Juga, diperlukan perbaikan serta penambahan alat penanggulangan bencana. Termasuk APAR dan hidrant di kantor Setda,” katanya.

Dalam simulasi tersebut diceritakan gempa bumi 7 skala richter mengguncang wilayah Karanganyar pada Jumat pagi. Saat itu, para pegawai yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan berebut keluar ruang. Sebagian besar terluka karena berdesak-desakan, sedangkan lainnya tertimpa atap bangunan. Konsleting listrik yang memicu kebakaran di lantai II,memperparah kondisi tersebut. Tercatat empat orang meninggal dunia, enam luka berat, 10 luka sedang, empat luka ringan dan dua dua luka bakar 80 persen. Mereka dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD, damkar, SAR, PMI yang dibantu TNI, polisi dan Satpol PP. Sekitar 250 sukarelawan dilibatkan mengevakuasi korban dalam kegiatan menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tersebut. Simulasi itu memeragakan pula evakuasi vertikal tiga korban luka dari jembatan penghubung antargedung ke bawah dengan cara rappeling. Seluruh korban ditangani di tenda darurat halaman kantor.

“Setelah simulasi, diharapkan ada peningkatan pengetahuan bagi semua peserta. Baik itu masyarakat maupun petugas. Prioritas adalah meminimalisasi jatuh korban. Entah itu penjabat maupun warga sipil,” katanya.

Pj Sekda Kab. Karanganyar, Sutarno menerima rekomendasi BPBD terkait penyempurnaan gedung. Ia menyadari sejumlah peralatan pemadam kebakaran instan dan sumber air damkar, kurang terawat.
“Catatan BPBD akan ditindaklanjuti. Kegiatan ini momentum evaluasi,” katanya.

Sementara wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengatakan bahwa simulasi ini sudah cukup luar biasa kesiapannya dan dari semua instansi yang terkait sudah bergerak tanpa dikomando sesuai dengan tugas masing-masing dan beliau menghimbau bahwa mereka mampu menanggulangi bencana-bencana di musim pancaroba ini.

Koordinator Basarnas Surakarta Arief Sugiyarto mengkritisi penerapan sistem evakuasi vertikal. Menurutnya, persiapan menurunkan korban terlalu lama. Selain itu, tidak seharusnya korban ditangani secara terpencar.

“Secara SDM bagus. Hanya saja butuh koordinasi lebih baik dan sinkronisasi,” katanya. (ana/ina)