Tim Parasamya Purnakarya Nugraha Disuguhi Tari Kepo Asik di Puskesmas Kebakkramat, Karanganyar

 

Tim Penilaian Parasamya Purnakarya NUgraha disuguhi tari Kepo Asik di Puskesmas Kebakkramat Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – 18 Februari 2019

 

Tim penilaian Parasamya Purnakarya Nugraha di Kabupaten Karanganyar Senin Sore (18/02), mengunjungi puskesmas I KebakKramat, Kecamatan Kebakkramat. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat dari dekat kondisi puskesmas yang terletak di Jalan Solo-Sragen KM 12 tersebut. Uniknya di puskesmas tersebut, ada program Unik yakni Kepo Asik (Kelompok Peduli Asi Eksklusif) dan Babe Gua (Bebaskan Belenggu Gangguan Jiwa) .

Sebelum dijelaskan mengenai program Kepo Asik dan Babe Gua oleh Kepala Puskesmas I Kebakkramat, dr Retno Suwartuti, tim Parasamya Purnakarya Nugraha disuguhi teri kepo Asik. Ketua Tim Erwan Hartono tersenyum dan berkali-kali tepuk tangan. Sebab tarian yang dibawakan kader Kepo Asik sangat baik.

Retno Suwartuti menjelaskan Program Kepo Asik adalah Kelompok Peduli Asi Eksklusif yakni program ibu yang bekerja akan tetapi bisa tetap menyusui anaknya. Di Kecamatan Kebakkramat, rata-rata ibu menyusui ini juga bekerja. Untuk tumbuh kembang bayi dengan baik, maka Puskesmas membuat program supaya bayi tetap diberikan asi esklusif selama dua tahun. “Kader yang kami bentuk mengasuh 10 rumah binaan, terutama yang menyusui untuk dilakukan pendekatan dan pembinaan agar terus menyusui meskipun bekerja. ASI diambil ditempat kerja, kemudian dikasihkan kepada duta asi yang akan mengantarkan asi itu ke rumah atau dimana bayi itu berada,” papar Retno Suwarti.

Menurut Retno, untuk duta asi memang dipilih dan dilatih untuk membawa ASIi itu dengan baik. Pihaknya juga mempunyai aplikasi untuk mengetahui duta ASI berada, Sehingga jikalau duta ASI berbelok atau tidak sesuai tujuan maka akan diketahui Dengan cepat. “Kades ASI itu juga dibekali pengetahui tentang agar tidak rusak. Dalam botol juga diberi label nama bayi dan nama ibu supaya tidak tertukar,” imbuhnya.

Saat ini, ada tiga orang ibu yang bekerja tetapi tetap memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan untuk program Babe Gua khususnya gangguan jiwa bekerjasama dengan RSJ Solo dan Sebuah panti sosial di Kendal. Bagi yang sudah sembuh untuk tidak kambuh, pihaknya melakukan pendampingan dengan memberikan ketrampilan. Bagi yang laki-laki diminta untuk buat pupuk, sedangkan yang perempuan membuat aneka tas dari bahan limbah.

Ketua Tim Parasamya Purnakarya Nugraha, Erwan Hartono menyambut baik program tersebut. Hal ini tentu bisa menjadi contoh daerah lain. Dia sempat menanyakan berapa ongkos untuk Duta ASI. Namun secara keseluruhan Tim merasa puas dengan inovasi dan kinerja nyata dari puskesmas Kebakkramat. (hr/Adt)