Peringati Perjanjian Giyanti, Masyarakat Gelar Budaya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan pada acara pagelaran budaya di depan perjanjian Giyanti

 

 

KARANGANYAR – 14 Februari 2019

 

Masyarakat Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar menggelar budaya di depan prasasti Giyanti. Hal itu dilakukan masyarakat karena pada tanggal 13 Februari 1755 telah terjadi perjanjian giyanti yakni pemisahaan kekuasaan karena berakhirnya kerajaan mataram, Jogja menjadi keraton jogjakarta dan Surakarta menjadi kasunan. Gelar budaya itu dengan menampilakan seni karawatian, jajanan sayuran yang diperebutkan dan ribuan arum manis.

“Atas nama pemerintah ikut senang dan bangga adanya peringatan perjanjian giyanti. Hal ini merupakan sejarah berakhirnya kerajaan Mataram.  Pemerintah sudah berencana membuat desaian agar di tempat perjanjian ini menjadi lebih baik,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dia menambahkan di depan ini akan dibuat semacam joglo atau padepopan. Dibangunnya joglo besar untuk belajar sejarah. Menurut Juliyatmono, mengapa lokasi Jantiharjo dipilih untuk peranjian Giyanti. Orang nomor satu itu menyakini bahwa bumi Karanganyar ini bumi yang berkah dan baik sehingga dipilih. “Selain Joglo, batu yang ada di bawah ringin akan diambil dan diletakkan di depan supaya telihat. Hal ini sebagai tanda bahwa perjian giyanti pernah terjadi di Jantiharjo,” imbuhnya.

Selain itu, bupati Karanganyar menyatakan tahun depan perayaan gelar budaya akan dibiayai pemerintah. Hal itu sebagai wisata budaya di Desa Jantiharjo. (hr/Adt)