Warga Palu Asal Karanganyar Pulang Kampung

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan bantuan warga Karanganyar yang bekerja di Palu saat pulang kampung karena trauma bencana alam gempa bumi dan tsunami

 

KARANGANYAR – 12 Oktober 2018

 

Sebanyak 86 warga asal Karanganyar yang bekerja di Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah pulang kampung. Kedatangan mereka untuk mencari tempat yang aman akibat trauma gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Mereka akan dibantu keuangan dan sembako untuk keperluan selama satu bulan. Setelah, Pemkab akan merancang yang terbaik mekanisme untuk membantu warga yang pulang kampung tersebut.

“Saya sudah bekerja puluhan tahun di Palu, namun saat bencana tsunami datang semua amblas. kami takut karena bumi bergerak dan tanah seperti bergulung-gulung,” papar salah satu warga korban bencana gempa bumi, Amar Marso.

Dia menambahkan saat itu, masyarakat Palu memang tengah mempersiapkan HUT Palu. Kebetulan perayaan Sabtu mendatang, namun Jumat malam sudah tertelan tsunami. Di pinggiran pantai, menurut Marso ada banyak warga Karanganyar yang berjualan. Biasanya mereka mangkal ditempat tersebut. Namun demikian, pihaknya tidak tahu jumlahnya pasti.  Kemudian bencana besar tiba-tiba datang dan kampungnya terisolir selama satu hari. “Ada pagar besar yang menutup akses jalan kami.  Sekaligus jalannya juga rusak karena bergulung-gulung seperti ombak,” papar Marso.

Kemudian, tambah Marso memutuskan untuk pulang kampung asal di Jumapolo. Dia masih trauma dan takut dengan bencana yang terjadi. Apalagi infrastuktur dan rumah mereka juga rusak tidak bisa ditempati. “Terima kasih kepada relawan Jumapolo. Kami dibantu pulang sampai ke Karanganyar,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan atas nama pemerintah mengaku prihatin atas musibah yang diterima saudara-saudara di Palu. Termasuk warga Karanganyar yang sudah mencari nafkah puluhan tahun terkena imbasnya. Pihaknya tidak menyangka menerima ujian yang begitu besar. “Kami masih menyambut baik warga Karanganyar yang sudah bekerja di Palu. Jangan kawatir, kami semua dan warga Karanganyar siap menerima kembali anda semua. Semua warga Karanganyar adalah sedulur penjenengan sedoyo,” papar Juliyatmono.

Dia mengatakan Pemerintah akan membantu 86 korban bencana alam yang pulang ke Karanganyar. Pemerintah akan memberikan stimulan dana sebesar Rp 1 juta per KK untuk satu bulan. Ditambah sembako juga akan diberikan bantuan. “Saya juga akan membantu Rp 300 per KK untuk satu bulan. Selanjutnya, kami akan membuat mekanisme bantuan untuk warga yang lebih pas lewat jaminan sosial,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Juliyatmono bagi warga yang putranya masih sekolah silahkan dimasukkan ke sekolah-sekolah di Jumapolo. Pihaknya akan membantu agar anak dapat menikmati sekolah dan segera melupakan bencana alam yang terjadi.  Menurutnya yang penting adalah memulihkan semangatnya kembali untuk bangkit. (hr/tgr)