Arsip tulisan dengan penanda: Kesehatan & Olahraga

Dinkes Adakan Lomba Balita Sehat

Karanganyar, Kamis (09/05/2013)

Lomba Balita Sehat merupakan salah satu cara menekan angka kematian Ibu dan Bayi

Lomba Balita Sehat merupakan salah satu cara menekan angka kematian Ibu dan Balita

Untuk menekan angka kematian Ibu dan Balita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar adakan Lomba Balita Sehat, di Aula Dinkes Karanganyar, Rabu (08/05). Kegiatan itu rutin diadakan setiap tahun.

Agung Respati, Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga Dinkes Karanganyar, mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan lomba yang diakan ditingkat Kecamatan. “Yang maju sekarang ini merupakan perwakilan dari masing-masing Kecamatan,” ujar Agung Respati.

Lomba itu dibagi dalam dua kelompok umur, yakni kelompok umur 6-24 bulan yang diikuti sebanyak 19 balita, dan kelompok umur 25-59 bulan sejumlah 21 balita.

Tak hanya balita yang ikut lomba, tetapi Ibu dari balita tersebut juga masuk dalam kriteria penilaian juri. Adapun kriteria penilaian antara lain, pengukuran fisik, kemudian kuisioner gizi, penilaian kesehatan Ibu, pemeriksaan gigi balita, pemeriksaan fisik. Selain itu juga kuisioner, pemberdayaan perempuan, PKK, dan Psikologi.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, belum optimalnya tingkat kesadaran Ibu saat hamil didominasi oleh wanita karir. Kesibukan Ibu dalam pekerjaan membuat kesehatan bayi yang dikandung agak kurang diperhatikan.

“Untuk itu, kami secara insentif memberikan penyuluhan melalui pos kesehatan terpadu (Posyandu) di setiap RT, desa, maupun tingkat Kecamatan. Namun, secara umum, tingkat kesadaran Ibu saat hamil sudah baik tetapi belum optimal,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, petugas di puskesmas terus mensosialisasikan pentingnya pengetahuan kesehatan Ibu dan Bayi, agar pemahaman bisa lebih meningkat. pd

HUT Kartini Ke-134 Kab. Karanganyar

IMG_0411

Suasana Upacara Peringatan Hari Kartini Kab. Karanganyar, Halaman Setda Kab. Karanganyar

“Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kesehatan Keluarga Guna menyongsong Pemberdayaan Rumah Tangga” merupakan tema pada Upacara HUT Karanganyar ke-134 yang berlangsung Selasa pagi (22/04) di halaman Kantor Setda Kab. Karanganyar.

AKBP. Nazirwan Adji Wibowo, M.Si selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya mengharapkan para Perempuan untuk mendedikasikan diri guna meningkatkan harkat dan martabat seperti yang telah diperjuangkan oleh Kartini. “ Tidak lupa pada kesempatan ini, Saya ingatkan kembali bahwa Tanggal 26 Mei mendatang, akan digelar Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jateng. Saya berharap semua pihak dapat menyikapi dengan bijak. Gunakan hak pilih anda, jaga situasi tetap kondusif dan kedepankan persatuan kesatuan guna kepentingan bersama,” pesannya dihadapan para peserta Upacara yang diikuti oleh Ka. SKPD Karanganyar, GOW, Dharma Wanita, Bhayangkari, serta Karyawati dilingkungan Pemkab. Karanganyar. (indah,fitri)

MENKES RESMIKAN RUMAH JAMU

Menteri Kesehatan,  Nafisah Mboi, , (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani, (kedua dari kanan), sedang mengamati tanaman herbal setelah meresmikan Rumah Jamu di B2P2TOOT, Tawangmangu, Kamis (31/01).

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani , sedang mengamati tanaman obat setelah meresmikan Rumah Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kamis (31/01).

Karanganyar, Jumat (01/02/2013)

Kementerian Kesehatan memberikan terobosan dengan memberikan bukti ilmiah sehingga jamu dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal. Kemudian untuk mengembangkan dan memanfaatkan jamu di Indonesia, maka Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, meresmikan klinik saintifikasi jamu “Hortus Medicus” menjadi  Rumah Riset Jamu (Griya Paniti Pirsa Jamu), dan Gedung Pelatihan IPTEK Tanaman Obat dan Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Kamis (31/01).

“Saat ini Kemenkes memiliki satu Rumah Riset Jamu sebagai tempat uji klinik yang berbasis pelayanan rawat jalan dana rawat inap,” kata Nafsiah Mboi.

Menteri Kesehatan (Menkes) juga mengharapkan model-model seperti ini hendaknya dapat ditumbuhkan di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap jamu sebagai brand dan sukma Indonesia.

“Sasaran program jangka menengah Kementerian Kesehatan menetapkan 20% Kabupaten/Kota memiliki 2 Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional, komplementer, dan alternatif.”jelas Menkes.

Selanjutnya ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan, Jamu, kini juga menjadi salah satu produk herbal yang merupakan komoditas unggul yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada eksplorasi bahan-bahan alami. “Fakta ini mengindikasikan bahwa kedepan pengobatan alami semakin mendapatkan tempat dalam dunia kesehatan,” ujar Rina Iriani.

Pemkab Karanganyar sangat peduli terhadap kemajuan pengobatan herbal melalui jamu, selanjutnya juga mengembangkan upaya penyediaan  sumber daya hayati secara berkelanjutan. Hal ini diusahakan dengan pengembangan Klaster Biofarmaka Karanganyar.

Pemkab Karanganyar beserta 10 kepala daerah tingkat kabupaten/ kota Jawa Tengah telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) Penguatan Klaster Biofarmaka di Kabupaten Karanganyar dengan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

“Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya dan memanfaatkan hasil-hasil riset, ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan, terutama dalam bidang biofarmaka (tanaman obat),” jelas Bupati Karanganyar.

 

(pd)

Musim Hujan, Waspadai Penularan DBD

Warga diminta mewaspadai ancaman penularan penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) selama musim penghujan. Pasalnya, tahun ini merupakan periode siklus lima tahunan yang dibarengi peningkatan jumlah penderita.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkul Munir, mengatakan jumlah penderita DBD hingga September 2012 sebanyak 63 kasus. Diperkirakan jumlah penderita DBD bakal membengkak selama musim penghujan.

“Biasanya peningkatan kasus terjadi selama musim penghujan karena nyamuk aedes aegypti dapat berkembang biak dengan cepat,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (28/10/2012).

Menurutnya, terjadi perubahan pola pada kasus DBD yaitu penderita rata-rata dewasa dan orangtua. Padahal, sebelumnya mayoritas penderita DBD adalah anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.  Artinya, warga yang mempunyai mobilitas tinggi di luar rumah rawan terkena penyakit DBD.

“Ada perubahan yang signifikan karena mayoritas penderita orang dewasa bahkan ada yang lanjut usia. Ini perlu diwaspadai masyarakat,” katanya.

Daerah Perkotaan

Selain itu, penderita mayoritas berdomisili di daerah perkotaan seperti Karanganyar, Jaten dan Tasikmadu yang terdapat permukiman padat penduduk.

Pihaknya bakal memberdayakan masyarakat untuk memberantas jentik-jentik nyamuk di permukiman penduduk.  Warga dibantu para juru pemantau jentik (Jumantik) akan memeriksa tempat-tempat genangan air dapat menjadi sarang berkembang biak nyamuk.

Apabila terdapat penularan kasus DBD di satu titik lokasi maka pihaknya akan melakukan pengasapan atau fogging. Dengan pola tersebut maka diharapkan dapat menekan jumlah penderita DBD di wilayah Karanganyar.

Sementara seorang warga Kelurahan Lalung, Sudarman, meminta agar instansi terkait lebih giat melakukan penyuluhan-penyuluhan di pedesaan. Pasalnya, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih minim.