Mahasiswa Teknik Mesin ‘Sowan’ Bupati Karanganyar, Pengin Kembangkan Potensi Desa Nglurah, Tawangmangu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima audiensi dari mahasiswa Teknik Mesin UMS

 

KARANGANYAR – Mahasiswa Teknik Mesin UMS ‘sowan’ Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Mahasiswa bermaksud membantu Pemerintah Desa (Pemdes) Nglurah, Kecamatan Tawangmangu untuk mempromosikan dan memasarkan melalui aplikasi media online mengenai potensi desa dibawah kaki Gunung Lawu tersebut. Namun, Orang nomor satu di Karanganyar meminta para mahasiswa tersebut untuk turun terlebih dahulu ke kampung seribu bunga. Guna ‘menjajaki’ dan meminta pendapat masyarakat setempat formula seperti apa yang tepat untuk mempromosikan tanaman bunga tersebut.

“Silahkan ke desa Nglurah dulu, cermati, amati, dan kemudian ditindaklanjuti formula seperti apa yang tepat guna mempromosikan potensi unggulan desa setempat. Sebab ada masyarakat setempat mikirnya praktis, ada uang barang bisa diambil sehingga cepat. Hal ini yang perlu dikomunikasikan,” ujar Juliyatmono.

Kedatangan mahasiswa tersebut ingin mengajak kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta Dinas terkait perihal untuk mengelola dan memasarkan secara online desa Ngurah Tawangmangu atau sering dikenal kampung 1000 kembang yang sudah terdaftar di Sektor Pariwisata Nasional. Pemasaran melalui aplikasi secara online bermanfaat, agar bisa menjualnya sampai luar kota di seluruh Indonesia. Namun ada sedikit kendala yaitu belum tertatanya potensi-potensi yang ada.

Saat menemui mahasiswa Teknik Mesin tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono ditemani Kepala Dinas Pariwisata Titis Sri Jawoto, Kepala Dinas Komunikasi  dan Informatika (Diskominfo) Sujarno, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Siti Maisyaroch, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Martadi di ruang Garuda, Setda.

Sekali lagi, Bupati Karanganyar meminta mahasiswa untuk pergi kesana terlebih dalu. Kemudian perdampingan dengan masyarakat setempat. Baru Pemerintah dan Dinas terkait ikut campur tangan dan mendampingi. Selanjutnya sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat Nglurah, Tawangmangu seperti apa, misal membuat “Kampung Sejuta Bunga” pokoknya bisa memunculkan agar orang tertarik datang. “Intinya Kami selaku Pemerintah daerah dan Dinas terkait selalu welcome dan mensuport. Untuk membuat masyarakat Nglurah tertarik diperlukan penggerak seperti anak muda yang ada disana yang bisa dijadikan penggerak.” Tambahnya. Diskominfo (Ruri/Ina/Ana)