Capai Laba Rp 5,5 Miliar, BKK Tasikmadu Berubah Jadi PT

Sambutan Bupati Karanganyar dalam peresmian BKK Karanganyar di Kecamatan Jatiyoso, 03/01

KARANGANYAR – Status BPR/BKK Tasikmadu Karanganyar berubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi PT BPR/BKK Tasikmadu. Dengan berubah menjadi PT, modal dasar yang semula hanya Rp 30 Miliar, kini menjadi Rp 68 miliar maksimal sumbangan dari Pemprov Jateng dan Pemkab Karanganyar. “Gerak Setelah menjadi PT pun bisa lebih maksimal, dan lebih dituntut inovasi untuk menghasilkan laba dan terutama untuk menggeliatnya ekonomi rakyat Karanganyar ke depan,” papar Direktur Utama BPR/BKK Tasikmadu Didik Darmadi, Jumat (03/01) saat peresmian Kantor Cabang Jatiyoso. Dia menambahkan BPR/BKK Tasikmadu tahun 2019 ini menghasilkan laba Rp 5,5 miliar, jauh diatas target yang hanya Rp 4,1 miliar. Asetnya sudah mencapai Rp 235 Miliar, dengan kredit Rp 202 Miliar dan pihak ketiga Rp 204 miliar. Hal ini bisa dikatakan sebuah prestasi dan kerjas keras yang dilakukan seluruh karyawan BPR/BKK Tasikmadu, sehingga bisa menghasilkan prestasi yang bagus. Ke depan paling tidak dengan hasil yang baik itu akan menjadi semangat agar terus meningkatkan inovasi. Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan ke depan lembaga keuangan dituntut bisa lebih berinovasi. Misalnya dengan memberikan bantuan kredit tanpa bunga untuk menolong masyarakat agar bisa berhubungan dengan bank. “Saya akan membebaskan atau memutihkan IMB bagi rumah-rumah di Karanganyar. Sebab IMB saat ini menjadi salah satu syarat mengambikl kredit di bank. Nantinya, meski bangunan sudah berdiri puluhan tahun sebelumnya, akan kami berikan IMB gratis,” imbuhnya.

Bupati Karanganyar menyerahkan simbolis bantuan CSR kepada penerima

Menurutnya, IMB bisa menjadi jaminan kredit tanpa bunga maksimal Rp 2 juta bagi masyarakat berpenghasilan renda untuk modal berusaha. Nantinya, dia harus mengembalikan kredit tanpa bunga tapi harus menabung di bank tersebut. Sehingga meski kredit tanpa bunga namun bank memperoleh uang tabungan yang diputar untuk nasabah yang lainnya. Jadi, sama-sama untung. “Ini salah satu bentuk inovasi yang bisa dilakukan sekaligus menolong masyarakat. Jangan meremehkan kredit tanpa bunga yang hanya maksimal Rp 2 juta, namun bagi orang tertentu bisa menjadi modal yang lumayan untuk berusaha,” tandasnya. (hr/tgr)