Halaman Kantor Hari Tertentu Bisa Dijadikan Pasar Tani

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek ketersediaan pupuk di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo

Halaman Kantor Hari Tertentu Bisa Dijadikan Pasar Tani

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmno berharap setiap halaman kantor kecamatan dapat dimanfaatkan menjadi pasar tani.Tujuannya untuk mendekatkan hasil pertanian kepada konsumen atau masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat mengukuhkan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) dan membuka pasar tani di Kantor Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (23/1/2020).

Menurut Juliyatmono apa yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Kerjo merupakan sebuah inovasi untuk mendekatkan hasil pertanian kepada konsumen. Mereka meminta izin memanfaatkan halaman kantor Kecamatan untuk mendirikan pasar tani. “Kami akan kembangkan. Harapannya setiap kantor kecamatan lain juga bikin pasar tani. Hasil pertanian di wilayah masing-masing dijual di situ. Kalau ini rutin, masyarakat akan tahu,” katanya

Sambungnya, konsep tetap hasil pertanian atau olahan, tidak boleh jualan yang lain. Dengan begitu para petani dimudahkan untuk pemasaran produk-produknya. Ketua Gapoktan Sasana Krida Kecamatan Kerjo, Sutarto menyampaikan, pasar ini merupakan rintisan. Nantinya akan digelar rutin setiap pekan pada Kamis.

Dijelaskannya, di Kecamatan Kerjo terdapat Bendungan Gondang yang menjadi destinai wisata. Harapannya pasar ini menjadi jujukan para wisatawan.”Ini yang dijual hasil para  petani dan kelompok wanita tani. ‘Ada olahan makanan, durian, sayuran, palawija dan pupuk, serta bibit,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan adanya pasar ini dapat memangkas jaring distribusi dalam pemasaran hasil pertanian. Di dalam Gapoktan Sasan Kridha terdapat 68 kelompok tani. “Semoga bisa berkembang dan maju. Ini merintis. Mendekatkan petani dengan konsumen.Juga memangkas biaya transportasi dan distribusi pemasaran hasil pertanian,” pungkasnya.

Selanjutnya Bupati Karanganyar mengecek ketersediaan pupuk di toko pupuk Sabar Makmur di Dusun Bloran, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Pengecekan itu memastikan ketersediaan pupuk di Kabupaten Karanganyar aman. Sekaligus ‘menangkis’ kabar yang menyatakan pupuk langka.

“Ketersediaan pupuk kami pastikan cukup dan tidak langka. Sistemnya, petani mendapatkan kartu tani, dan kartu tersebut dipergunakan untuk membeli pupuk” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono di sela-sela sidak pupuk di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo.

Dia menambahkan dalam kartu ini jelas perolehan pupuk sesuai dengan kepemilikan lahan. Sehingga tidak bisa membeli diluar ketentuan yang ada. Pihaknya intensif melakukan pantuan terhadap pupuk. Bupati meminta masyarakat untuk patuh dan tidak gaduh soal pupuk tersebut. “Sistem tersebut juga memastikan agar pupuk tidak terjual kepada orang yang tidak bertanggungjawab. Soalnya saksi keras dan PPL juga mengawasi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Ir Siti Maysaroh mengatakan bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani silahkan mendaftar ke PPL. Yakni pada yanggal  20-25 setiap bulannya. Memakai KTP ke PPL sehingga bisa didaftarkan ke admin, selanjutnya bisa mendapatkan pupuk bersubdi. “Bagi penyewa lahan bisa melakukan koordinasi dengan PPL tentu akan dilayani. Biasanya pemilik lahan dalam menyewa juga memberikan kartu tani untuk membeli pupuk,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Gapoktan Sasano Kridho, Desa Gempolan, Sutarno mengatakan pupuk untuk petani di Kerjo aman. Artinya tidak ada gejolak dari petani mengenai kebutuhan pupuk. Sutarno mengakui setiap lahan sudah ada ‘jatah’ pupuknya sendiri. “Gapoktan Tidak ada gejolak, aman. Klau sini sudah aman. Semua petani sudah memiliki kartu ini,” ungkap Sutarno yang menaungi 1000 petani. (hr/adt)