Ngobrol Mepet Sawah Tribunnews, Bupati Karanganyar Akan Bikin Survey Pembentukan Provinsi Solo Raya

Karanganyar – 16 Januari 2020

Menggelar diskusi Ngobrol Mepet Sawah (Mewah) dengan tajuk Bukak-Bukaan Bicara Provinsi Solo Raya di Gedung Tribunnews Solo, Kamis (16/1/2020). Dalam talkshow tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), M Farid Wajdi.

Perlu diketahui sebelumnya, Juliyatmono sempat mencuatkan kembali gagasan pembentukan Provinsi Solo Raya pada Oktober 2019 lalu. Tak ayal, gagasan tersebut menuai berbagai respon terutama di jagad dunia maya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu mengungkapkan, gagasan pembentukan provinsi Solo Raya sudah bisa memenuhi syarat. Sebagaimana yang disyaratkan oleh undang undang minimal didukung oleh 5 kabupaten. Sedangkan di Solo Raya sudah ada 6 kabupaten dan 1 kota.

Di sisi lain, jarak kontrol provinsi Jawa Tengah yang begitu luas, terdiri dari 35 kabupaten/kota. Sehingga kurang efektif dalam proses pengawasanya dan dipandang perlu dibentuk provinsi Solo Raya.

“Solo Raya merupakan pusat yang strategis dan memiliki anak muda yang memiliki SMD unggul. Pembentukan provinsi Solo Raya akan memberikan peluang kepada anak muda, bersaing yang kompetitif serta memberikan ruang seluas-luasnya untuk semakin berkarya dan berinovasi,” kata Juliyatmono.

Sambungnya untuk menambah dukungan gagasan pembentukan provinsi Solo Raya, pihaknya akan mengadakan survey secara obyektif.

“Dalam waktu dekat sudah kita siapkan”.

Ya jelas momentum politik sebelum masuk kontestasi Pilkada besok, hasil survey sudah jadi. Kita lihat tanggapan para calon di seputar Solo Raya seperti apa,” ujarnya sesuai talkshow.

Wakil Direktur Pasca Sarjana UMS, M Farid Wajdi menambahkan, momen Pilkada serentak di beberapa wilayah Solo Raya menjadi satu kesempatan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi calon pemimpin lima tahun ke depan.

Bagaimana mengembangkan percepatan dalam pembangunan. Perdebatannya itu tentang strategi dan program. Menurutnya itu menjadi isu yang lebih konkrit untuk diperdebatkan. Termasuk misalnya bagaimana membangun wilayah Solo Raya menjadi lebih makmur.

“Perdebatannya tidak lagi normatif, tapi lebih konkrit.Pertanyaannya strategi membangunnya bagaimana, modalnya dari mana, tenaga kerjanya dari mana, sepakat atau tidak caranya. Misalnya begitu,” pungkasnya.(Ard/Tgr)

Bupati Karangnayar menerima kenang-kenangan dari GM Tribunnews sesaat setelah menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Mewah di Kantor Tribunnews