HUT SEKAR Ke 6, Wutuh Kukuh Bakuh

 

Karanganyar – 4 Desember 2019

Seniman Karanganyar(SEKAR) rayakan HUT yang ke 6 di padepokan kediaman Bopo Dalang Ki H. Manteb Sudarsono, Rabu(04/12/19). Sarasehan perayaan HUT ini dengan seluruh anggota SEKAR dari 17 Kecamatan juga dengan sesepuh SEKAR di Karanganyar.

Kang mas Mudo selaku ketua panita terangkan bahwa dengan adanya sarasehan di perayaan HUT ini semoga SEKAR menjadi paguyuban yang lebih baik kedepannya, semakin maju dan harapanya bisa melekat di hati masyarakat Karanganyar.

Ki H. Manteb Sudarsono selaku yang dituakan, bahkan menjadi sesepuh SEKAR sampaikan bahwa pendopo joglo yang dia miliki, diplokamirkan menjadi pendopo Joglo rakyat. Bebas digunakan siapapun dan gratis. Ki Manteb juga berpesan agar seniman itu pntar dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi radikalisme.

Kata budaya dari kosakata budi dan daya memiliki arti yang cukup luas. Seperti halnya kata budi yang memiliki arti budi pekerti, sopan, santun, punya estetika dan etika. Sedangkan arti kata daya itu sendiri adalah doyo menurut bahasa jawa, yang mempunyai makna kekuatan atau semangat dalam melakukan kegiatan positif dan bermanfaat.

Dengan slogan Wutuh Kukuh dan Bakuh di HUT ke 6 SEKAR, Ki Manteb berpesan  agar para seniman bisa terus menjalin silaturahmi antar sesama seniman walau berbeda karakter seninya. “ Ini yang bisa menjadikan budaya semakin” tegasnya.

Seperti contohnya wayang yang sudah diakui dunia, diakui UNESCO. Ini berangkat dari Kabupaten Karanganyar, oleh karena itu pantas berbangga diri sebagai seniman khususnya di Karanganyar karena dunia sudah mengakui. Tahun 1992 Ki Manteb di kota Madrid Spain mendampingi Ir.Habibie yang pertama kalinya memperkenalkan wayang kepada dunia.

Sementara Anung Marwoko Wakil Ketua DPRD mewakili pimpinan anggota DPRD, Anung ucapkan selamat SEKAR merayakan HUT ke 6, Anung sendiri menyadari bahwa saat pemilu kemarin peran serta seniman dengan politik sangat erat kaitannya. Dampaknya sangat luar biasa sekali untuk kemajuan kabupaten.

Inspirasi seni itu makin menarik ketika dikaitkan dengan alam, kondisi disekitar. Bahkan mengurangi radikalisme itu bisa melalui seni dan budaya. Masih banyak daerah yang mempunyai aturan tidak mengijinkan ada pertunjukan seni ketika malam hari, disini peran pemerintah untuk mensosialisasikan seni ke masyaarakat.

Agam Bintoro Kabag Kesra yang dalam hal ini mewakili Sekda Karanganyar sampaikan ucapan mangayubagyo di perayaan HUT SEKAR ke 6 ini. Dalam milisi Bupati poin yg ke 5, yaitu meningkatkan kualitas iman dan budaya Karanganyar. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mengabaikan keberadaan seni dan seniman di Karanganyar.

Secara institusi, seni dan budaya induknya ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ada anggaran 1M untuk seniman di Karanganyar, ini sebagai bukti bentuk kepedulian pemerintah untuk melestarikan kesenian, dan juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap seni dan seniman.

Sebentar lagi di area komplek gedung wanita, sedang dalam tahap pembangunan gedung theater. Ini bisa mewadahi bagi para seniman.

Acaranya santai yaitu sarasehan, harapannya acara bisa berjalan lancar, banyak masukan2 demi kemajuan SEKAR.(Ard/Tgr)