TP PKK Kabupaten Karanganyar Ikuti Lomba Tertib Administrasi Tingkat Provinsi

Diskominfo
Bupati Karanganyar sambut kehadiran tim penilai dari Pemprov. Jateng

Karanganyar – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karanganyar masuk tiga besar dalam lomba tertib administrasi bersama TP PKK Kabupaten Wonogiri dan TP PKK Kabupaten Klaten.

TP PKK Provinsi Jateng melakukan peninjauan lapangan di Sekretariat TP PKK di Pendopo Rumah Dinas Bupati dan Kantor Kelurahan Karanganyar, Senin (11/11).

Sekretaris TP PKK Karanganyar, Tri Susi Alisasi menyampaikan, laporan terkait adminitrasi sudah diajukan sejak September 2019 lalu. Setelah dilakukan verifikasi administrasi, pihak provinsi melakukan peninjauan lapangan hari ini. “Ini untuk mengecek, program-program PKK sudah dilaksanakan apa belum,” katanya.

Selanjutnya, apabila mendapat juara satu tingkat Provinsi akan mewakili Jateng di tingkat nasional dalam lomba tertib administrasi.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Jateng, Emma Rachmawati mengungkapkan, setelah dilakukan seleksi administrasi dari 35 kabupaten, terpilih 3 besar dalam lomba tertib administrasi. Ada lima kategori seperti Pola Asuh Anak dan Remaja, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Hatinya PKK, IVA test dan Sekretariat PKK dengan tertib administrasi PKK.

“Kabupaten Karanganyar masuk 3 besar bersama Kabupaten Wonogiri dan Klaten dalam lomba tertib administrasi. Ini kita cek lapangan, sesuai laporan apa tidak. Penilaian lapangan dilakukan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan,” terangnya.

Dijelaskannya, penilaian yang dilakukan berkaitan dengan pelaporan kegiatan, perencanaan kegiatan, pembukuan hingga dokumentasi.

Adapun guna memudahkan pelaporan administrasi, pihaknya mendorong kepada semua TP PKK di Kabupaten untuk melakukan pelaporan kegiatan maupun perencanaan dalam bentuk digital. ” Kami mendorong supaya setiap kegiatan dilakukan real time menggunakan Medsos. Supaya masyarakat tahu. Jadi sudah tidak ada data manual model ditempel atau ditulis di papan,” jelas Emma. (in/an)