Dusun Jetis Desa Jati Diresmikan Menjadi Kota Tanpa Kumuh

 

Edhy Sriyatno Kepala DPU PR Karanganyar yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar secara simbolis meresmikan dusun Jetis Desa Jati Kec. Jaten menjadi Kota Tanpa Kumuh(KOTAKU), Jum’at(08/11/19)

Karanganyar – 8 November 2019

Tahun 2015 menjadi tahun yang kelam bagi warga masyarakat dsn Jetis Desa Jati Kecamatan Jaten, mendepatkan Sk dari Bupati Karanganayar dengan predikat kawasan paling kumuh di Karanganyar. Kotor, bau, sampah berserakan dimana-mana dan tidak tertata dengan baik menjadi gambaran lingkungan dsn Jetis Jati waktu itu.

Seiring berjalannya waktu Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Bupati memberikan bantuan dana sebanyak 1 Milliar untuk merubah lingkungan dsn Jetis Jati ini untuk lebih baik dan menjadi kawasan yang layak huni bagi warganya.

Baru di tahun 2019 ini akhirnya apa yang diharapkan warga dsn Jetis Jati bisa terwujud. Secara resmi dsn Jetis Desa Jati Kec. Jaten akhirnya diresmikan sebagai Kota Tanpa Kumuh(KOTAKU) oleh pemerintah. Jum’at(08/11/19) melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang Edhy Sriyatno yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar meresmikan program KOTAKU tersebut.

“ Dana bantuan dari pemerintah kami gunakan untuk membangun TPS dan saluran air di beberapa titik kawasan dusun Jetis ini “, jelas ketua panitia.

Bekerja sama dengan pemerintah desa, Pemkab meberi ultimatum kepada warga untuk wajib membuang sampah di TPS, ada pekerja yang menjaga di TPS juga ada pula yang bertugas mengambil sampah dari rumah ke rumah. Para pekerja di beri upah yang sangat layak, bahkan lebih diatas UMK di Karanganyar, ujar ketua BKM Jati Mandiri.

Pekerjaan ini hampir selesai, sudah 99% progres KOTAKU ini clear dikerjakan. Mudah mudahan bisa segera clear semuanya dan bisa nikmati warga, jelas kepala Desa Jati.

Besar harapan Kepala Desa Jati warga dusun Jetis bisa menjaga dengan bersama dusunnya yang sudah diresmikan menjadi KOTAKU ini, agar tidak sia sia atau bahkan kembali menjadi kumuh kembali. Jangan sampai dana yang telah dikucurkan oleh Pemkab mubadzir karena warga tidak mau menjaga kebersihan di daerah tempat tinggalnya.

“ Lingkungan yang sudah bersih ini harus dijaga dengan baik “ tegasnya.

Harapanya Pemkab bisa membantu menambah pekerja untuk mengangkut sampah, karena pekerja yang ada saat ini masih kekurangan personil untuk memungut sampah yang ada, agar bisa maksimal kinerjanya.

Sementara Edhy Sriyatno yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar sampaikan bahwa progam KOTAKU ini bukan hanya di dusun Jetis, kemarin juga pemerintah meresmikan di Desa Jumok. Sekarang wajah lingkungan sudah mulai nampak rapi, cerah, lebih bersih dan bisa menjadi satu kesatuan yang baik.

Pandangan kumuh dari orang yang dahulu melekat di dusun jetis ini lambat laun kini memudar, ini seiring tekad baik seluruh warga masyarakat yang bergotong royong ingin merubah  desanya.(Ard/Tgr)