“IBU-IBU TAHAN JARIMU !” WORKSHOP LITERASI DIGITAL UNTUK KAUM IBU

Ternyata, mayoritas pelaku penyebar hoax adalah perempuan. Karenanya, siang itu, Selasa (22/10), 100 persen peserta workshop Literasi Digital adalah kaum hawa. Satu-satunya laki-laki hanya si pembicara.

Laman berita JawaPos.com pada 12 November 2018 menurunkan pemberitaan yang berjudul “Miris, Penyebar Hoax Mayoritas Ibu-Ibu”. Data tersebut disandarkan pada hasil pemeriksaan Mabes Polri terhadap pelaku penyebaran hoax, terutama terkait hoax penculikan anak beberapa waktu silam.

Erwina Tri S dari Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Solo Raya pada kesempatan Workshop Literasi Digital yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar mengungkapkan bahwa latar belakang ibu rumah tangga sebagai tersangka penyebar hoax beragam. Mulai dari usia 20 hingga 60 tahun, dari pendidikan SMP sampai dengan S3, dari beragam pekerjaan mulai Ibu Rumah Tangga sampai dengan guru, dosen hingga dokter. Salah satu alasan mengapa para ibu rumah tangga gampang share informasi hoax adalah rendahnya literasi digital, rendahnya kemampuan cek fakta atas informasi yang diterima.

Sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat terkait literasi digital, utamanya para ibu rumah tangga, Dinas Komunikasi dan Informatika mengundang seluruh Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan se- Kecamatan Karanganyar di Ruang Melati Pendhopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pada kesempatan itu, Drs. Bachtiyar Syarif, Plt Kepala Diskominfo mengajak kepada para penggerak TP PKK kelurahan guna memanfaatkan gadget untuk hal-hal yang produktif. Namun demikian ‘serangan’ hoax memang bisa menyasar siapa saja, karenanya para ibu perlu belajar untuk cerdas dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari hoax dan menyebarkannya.

Workshop Literasi Digital menghadirkan dua pembicara. Eko Supriyadi, S.S.,M.Eng mewakili Diskominfo membawakan materi “Digital Skill untuk Emak-Emak”, sementara Erwina Tri dari Mafindo Soloraya memaparkan materi berjudul “Jarimu Harimaumu- Bijak Bermedsos Jauhi Hoax”.  Acara berjalan lancar hingga usai. Antusiasme peserta tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar di sesi tanya jawab.(sf).