Porang, Timah Hitam Bernilai Tinggi Tapi Tak Banyak Diketahui

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memperlihatkan tanaman porang yang bernilai jual tinggi

 

KARANGANYAR – Pemkab Karanganyar berencana membudidayakan tanaman porang di Bumi Intanpari. Budidaya tersebut dilatarbelakangi kisah sukses Paidi (37) warga Kepel Kecamatan Kare Kabupaten Madiun  Jawa Timur telah menginspirasi banyak orang. Dia berhasil mengembangkan tanaman porang. Guna memperkenalkan tanaman porang kepada para penyuluh pertanian, petani, maupun camat di 17 kecamatan, Pemkab pun menggelar sosialisasi budidaya tanaman porang.

Dalam kegiatan tersebut, petani sukses asal Madiun itu pun dihadirkan di Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Rabu (16/10). Paidi mengungkapkan, kebutuhan porang meningkat, akan tetapi baru tercukupi sekitar 10 persen. Tanaman umbian itu biasanya digunakan 80 persen untuk bahan makanan dan 20 persen untuk kosmetik. “Perminggu dahulu bisa kirim 20 ton porang kering. Tapi sekarang sebulan sekitar 40 ton.””Itu karena kebutuhan meningkat,” ungkapnya saat memberikan paparan dihadapan para petani di Karanganyar.

Ia mengaku, budidaya tanaman porang yang sudah digeluti sejak lama itu kini sudah ekspor ke Tiongkok. Selain itu juga di pabrik-pabrik yang ada di Jawa Timur. “Harga satu kilogram porang kering bisa mencapai Rp 230 ribu,” imbuhnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono   mengatakan tanaman porang seperti timah hitam yang sangat bernilai.  Namun kebanyakan orang tidak tahu kegunaannya. Paidi adalah tokoh inspiratif. “Dia tekuni usaha tanaman porang sejak lama. Oleh karena kami hadirkan. Kami bantu dorong supaya ini bisa dibudidayakan,” ungkap Juliyatmono. (hr/adt)