Nguri-uri Budaya Karawitan Sebagai Khasanah Kekayaan Budaya

Pembukaan Festival Karawitan Dalam Rangka Menyongsong Hari Jadi ke 102 Kabupaten Karanganyar dan Ulang Tahun PGRI yang ke-74 digelar di Plasa Alun-alun Karanganyar, Kamis (3/10)

KARANGANYAR-

Festival Karawitan Dalam Rangka Menyongsong Hari Jadi ke 102 Kabupaten Karanganyar dan Ulang Tahun PGRI yang ke-74 digelar di Plasa Alun-alun, Kamis (3/10/2019).

Ketua Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Tarsa M. Pd yang merupakan ketua penyelenggara menyampaikan bahwa acara ini terlaksana atas kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan PGRI baik pengurus kabupaten maupun cabang.

Dalam Festival Karawitan ini diadakan lomba karawitan dengan peserta PGRI dari perwakilan 17 cabang se-Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, selain untuk memperkuat jiwa korsa antara DISDIKBUD dengan PGRI, juga supaya dapat menunjukkan pada anak didiknya bahwa guru tidak hanya bisa mengajar tetapi juga mempunyai kompetensi yang mumpuni dibidang karawitan sehingga nantinya bisa ditularkan ke anak didiknya.

“ Dalam lomba yang terpenting bisa tampil dahulu masalah menang atau tidak menang itu belakangan, diadakannya lomba ini juga untuk menambah kekompakan kita DISDIKBUD dengan PGRI yang tidak dapat dipisahkan, “ ungkapnya.

Hadiah yang diberikan untuk juara utama sebesar 5 juta rupiah dan bagi seluruh peserta baik menang ataupun tidak tetap diberikan uang pengganti transport.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan bahwa acara ini juga untuk nguri-uri karawitan sebagai bagian dari khasanah kekayaan budaya disamping juga sebagai sarana untuk mempersatukan, mengairahkan, meningkatkan semangat guyub ruyun karena nilai-nilai dalam kesenian luar biasanya.

Beliau menambahkan pada HUT ke- 102 Karanganyar ini melalui misi besarnya mengajak masyarakatnya berjuang bersama memajukan Karanganyar dengan program unggulannya, pembangunan infrastruktur menyeluruh, pemberdayaan perekomian, pendidikan dan kesehatan gratis, menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas keimanan sosial budaya, pemberdayaan perempuan pemuda dan olahraga.

“ Lima program ini sudah kita terjemahkan ke dalam program tahunan melalui rencana kerja tahunan. Di awal Tahun 2019 kita beri semangat tagline Karanganyar Maju dan Berintegritas, sedangkan di Tahun 2013 yang lalu kita beri tagline Maju dan Berbudaya, yang mana terdapat kaitan erat antara kebudayaan dan integritas. Ada sembilan nilai seperti integritas, jujur, disiplin, setia, bertanggung jawab, mandiri, berani, adil, sederhana yang mudah-mudahan bisa menyemangati kita untuk terus memberikan kontribusi yang terbaik bagi Karanganyar, bangsa dan negara, “ tambahnya.

Demikian Diskominfo (in/an/jannah)