TMMD Sengkuyung Tahap III Di Desa Salam Karangpandan Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Memukul Kentongan Sebagai Tanda Dibukanya Upacara TMMD di Desa Salam Karangpandan

KARANGANYAR – Pembangunan jembatan permanen di Dusun/Desa Salam membuka akses usaha tani sekaligus memudahkan mobilitas warganya ke Desa Puntuktejo, Ngargoyoso. Pembangunan jembatan permanen dibuat secara gotong royong antara warga dengan Satgas TMMD Sengkuyung Tahap III tahun 2019 di Kabupaten Karanganyar Desa Salam Karangpandan, Selasa (2/10).

“Selama ini, hasil panen kesulitan diangkut karena tidak ada jalan yang mamadai. Sehingga harus dibawa manual dan jalan kaki atau dinaikkan sepeda motor ke jalan kampung dulu lalu dinaikkan mobil bak ke jalan raya. Padahal ada akses lebih mudah, namun belum dibuat jalan. Dengan TMMD ini, mempermudah jalan usaha tani,” kata Kades Salam, Sutardi.

Dalam TMMD, dibuat pengecoran jalan dari Dusun Salam ke Dukuh Semenjing sepanjang 700 meter. Kemudian pembangunan jembatan panjang 10 meter lebar 3,3 meter dan tinggi 3 meter di atas Sungai Serondokuning. Selain itu, dikuatkan talud panjang 130 meter lebar 0,40 meter dan tinggi 1,5 meter. Infrastruktur ini tak sekadar membuka jalan usaha tani dari Dusun Salam dan Dukuh Semenjing ke Desa Puntukrejo, Ngargoyoso. Namun juga memberi kesempatan Dukuh Semenjing lebih ramai. Saat ini, hanya ada satu KK yang tinggal di perbatasan Dukuh Semenjing dengan Desa Puntukrejo.
“Pak Jono tinggal di sana sejak 1970. Dengan istri dan empat anaknya, mereka kesulitan ke Desa Salam. Harus lewat jembatan kecil, rumahnya terpencil,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendorong pemanfaatan yang lebih baik untuk lahan di Dukuh Semenjing usai dibangun jalan dan jembatan. “Kali (sungai) dibersihkan lalu akan saya kirimi ikan (bibit ikan) biar nanti ekosistemnya hidup lagi sampai ke bawah,” katanya.

TMMD di Desa Salam dikerjakan selama 30 hari, 2-31 Oktober 2019. Didanai Rp 598 juta, diterjunkan 40 personel satgas dan dibantu 75 orang tiap hari. TMMD juga mengerjakan proyek non fisik seperti sosialisasi pertanahan, kerukunan antarumat beragama, catatan sipil, dan sebagainya. (in/an)