Bupati Juliyatmono : Seni Dan Budaya Menjadi Salah Satu Alat Pemersatu Bangsa

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan sekligus secara simbolis menutup Gelar Budaya dalam rangka Grebeg Lawu 2019 di Terminal Tawangmangu, (28/09)

Karanganyar – 28 September 2019

Malam puncak gelaran budaya dan kearifan lokal dalam rangkaian Grebeg Lawu tahun 2019 secara resmi ditutup oleh Bupati Karanganyar pada Sabtu(28/09) setelah hampir selama seminggu menghibur masyarakat Karanganyar umumnya warga Tawangmangu.

Joko Dwi Rustanto ketua penyelenggara kegiatan Grebeg Lawu yang juga sekaligus anggota Seniman Karanganyar(SeKar) sampaikan bahwa selama kegiatan Grebeg Lawu ini, ada 12 kabupaten dari 5 Provinsi yang juga ikut andil memeriahkan Grebeg Lawu kali ini, semuanya untuk menghibur masyarakat di Karanganyar.

Mempunyai maksud dan tujuan untuk mengajarkan semua anggota SeKar agar adapat berdialog secara resmi. 17 Korwil SeKar yang ada di Kabupaten Karanganyar juga ikut andil dalam semua pegelaran yang di suguhkan. Bersar harapan Sekar kedepannya kegiatan pagelaran seni budaya seperti ini bisa menjadi kegiatan dengan sekala Nasional.

Melihat antusias warga masyarakat Tawangmangu yang sangat luar biasa selama gelaran Grebeg Lawu yang hampir satu minggu, ada wacana kegiatan semacam Grebeg Lawu ini diadakan di lain Kecamatan secara bergantian, namun dari SeKar masih ingin memohon arahan Bupati terlebihdahulu, jelas Joko dalam sambutannya.

“ Jiwa seni itu ada dalam setiap diri manusia, karena seni dan budaya menjadi salah satu alat pemersatu bangsa “, tegas Bupati dalam pidato sambutannya.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono mengucapkan banyak termakasih kepada seniman Karanganyar yang tergabung dalam SeKar, telah memprakarsai dan menggarap event GrebegLawu ini dengan luar biasa menarik. Hiburan Kethoprak seminggu suntuk ini sangat luar biasa.

“ Grebeg Lawu identik dengan Twangmangu, maka yang paling pantas ya selalu di gelar setiap tahunnya di Tawangmangu, jangan dipindah-pindah ke Kecamatan yang lain “ tegas beliau.

Tahun depan Bupati berharap kegiatan Grbeg Lawu ini diadakan di bulan suro, ini mempunyai maksud dan tujuan agar para seniman ini rejekinya lancar. Bangga sekali menjadi warga Indonesia karena memiliki kekayaan berupa seni dan budaya yang luar biasa.(Ard/Tgr)