Badan Kesbangpol dan Polisi Gelar Sosialisasi Peran dan Fungsi FKDM di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar

Beberapa narasumber dalam rangka Sosialisasi Peran dan Fungsi FKDM di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar


Karanganyar-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Polisi Kabupaten Karanganyar menggelar sosialisasi peran dan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (26/9/2019).
Mengusung tema “ Peningkatan fungsi deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat dalam menghadapi potensi konflik akibat kebergaman dan pluarisme bangsa”, kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari 5 orang anggota perwakilan dari FKDM tingkat Kabupaten dan masing-masing 5 orang perwakilan dari tiap-tiap kecamatan termasuk perwakilan Kasi dan Tatib.
Sekretaris Badan Kesbangpol Cipto Waluyo S.H M.T menjelaskan tujuan dan maksud diadakannya sosialiasi ini dalam rangka memberikan materi yang berkaitan dengan peran dan fungsi FKDM
“Sosialisasi ini diadakan atas dasar pertama, Kemendagri no 46 Tahun 2019 kemudian yang kedua guna memfasilitasi peran dan fungsi FKDM yang tertuang dalam APBD tahun 2019, maksud dan tujuan kegiatan ini guna memberikan materi-materi yang berkaitan dengan peran dan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di dalam pelaksanaan tugas sebagai forum tersebut dan diharapkan para anggota FKDM ini dapat melaksanakan kontribusinya dengan baik sebagai agen pemerintah utamanya di dalam mewujudkan kedamaian dan kenyamanan didalam bermasyarakat melalui deteksi dini lapor cepat didalam menghadapi potensi-potensi problem yang terjadi didalam masyarakat,” Ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar selama satu hari ini menghadirkan empat materi sekaligus
“Pada kesempatan kali ini terdapat empat materi dan narasumber materi pertama mengenai penguatan FKDM dalam menghadapi potensi konflik di dalam masyarakat oleh Dandim 0747 Karanganyar, kemudian yang kedua peran Kepolisian Republik Indonesia dengan berlakunya Kemendagri nomor 46 tahun 2019 oleh Wakapolres kemudian ketiga peran kejaksaan dalam fungsi kewaspadaan masyarakat di daerah oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar dan yang keempat adalah penerapan dasar-dasar tersebut intelegn oleh badan karisedinan Jawa Tengah, perlu kami laporkan pada sosialisasi kali ini diadakan mewakili daerah dalam memfasilitasi sebagaimana pemerintah Kabupaten Karanganyar tahun 2019 ,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Drs H. Juliyatmono saat membuka berharap setelah berlangsunya acara ini dapat menjadi gambaran untuk membantu dalam meminimalisir potensi-potensi konflik di lingkungan sekitar
“Perlu disampaikan bahwa masa lalu itu tidak akan kembali lagi seperti apapun bentuknya itu juga bagian dari masa lalu, apabila menset dan pikiran kita berpikir kembali ke masa lalu itu segera di cegah karena tidak akan kembali apapun bentuknya, apa yang terjadi hari inipun juga bisa dipengaruhi oleh masa lalu hal ini tidak bisa ditarik lagi ke masa lalu berarti kita sedang berpikir ke masa depan, memiliki perspektif atau cita-cita tersendiri, mayoritas masyarakat bangsa ini harapannya termuat dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 cita-cita menjadi masyarakat sejahtera, terlindungi, cerdas. “
“ Pada era disrupsi ini pergeseran semakin cepat dan tidak di duga-duga contohnya banyak pelajar demo tanpa diperintah karena secara tidak langsung yang memerintah adalah medsos, mereka seolah olah berpikir bahwa bagi mereka yang tidak terlibat dalam demo tidak milenial kurang responsif, jadi stigma pelajar mungkin hal ini termasuk dalam membantu negara, ahli jiwa telah melakukan kajian yang menerangkan otak kita ini berseser 4% karena terpengaruh oleh medsos, pengaruhnya setelah menonton medsos tidak sabar segera mempraktekkan apa yang di lihat, kurang dalam mngingat sesuatu lebih mengandalkan alat bantu medsos sedangkan di sisi lain konten pada medsos bebau pornografi apabila sudah ketagihan semakin kesini semakin penasaran untuk meminimalir hal ini salah satunya dengan membuat ruang- ruang diskusi, baik membahas buku yang dibaca misalnya buku bela negara, peradaban,buku tentang dunia dll, semakin berkualitas hidup masyaratat semakin membutuhkan ruang yang nyaman ruang yang tidak saling menganggu dapat menciptakan suasana yang aman kondusif tetapi tetap menghargai perbedaan.” Jelasnya.
Ia juga menegaskan tentang kondisi Karanganyar yang akan tetap kondusif sampai pelantian presiden nanti.
“ Karanganyar saat ini tentram kondusif tidak ada promblem apapun semoga ini menjadi bagian dari kualitas kehidupan kita yang mungkin akan menjadi lebih baik, dan dipastikan situasi ini akan terus hangat sampai pelantikan presiden, saya melihat dari kacamata politik itulah meknisme demokrasi, demokrasi bukan miliknya parpol bukan juga miliknnya DPR tetapi demokrasi itu miliknya warga negara dan alangkah baiknya jika terdapat sesuatu dilakukan secara gotongroyong.” tambahnya.
Demikian Diskominfo (in/an/jannah).