Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin UMS Ingin Viralkan Singkong Jatisobo

Mahasiswa Fakultas Teknis Mesin UMS tengah beraudiensi dengan Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – 26 September 2019

Wow keren. Lima mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ingin meviralkan singkong di daerah Jatisobo, Kecamatan Jatipuro Karanganyar. Viral dalam arti memperdayakan tanaman singkong untuk lebih mempunyai nilai jual lebih. Sekaligus memberi ruang khusus untuk membuat singkong diburu banyak orang. Keinginan itu dilatarbelakangi mahasiwa tersebut mendapatkan dana hibah dari Kemenristekdikti untuk memperdayakan masyarakat.

                Informasi yang dihimpun, lima orang mahasiswa tersebut telah mendatangi lokasi di Jatisobo, Jatipuro, Karanganyar. Mereka melakukan survei dan menggali potensi unggulan masyarakat. Kemudian, yang menjadi produk unggulan desa tersebut adalah singkong. Pihaknya bersama masyarakat telah melakukan kerjasama memperdayakaan olahaan singkong menjadi makanan yang istimewa. Namun yang menjadi kendala adalah pasar atau tempat memasarkan produk singkong tersebut. Kendala itu terungkap setelah mahasiwa tersebut beraudiensi dengan Bupati Karanganyar di ruang  Garuda Kantor Setda Karanganyar. Intinya mahasiswa meminta Pemkab Karanganyar membantu untuk memasarkan produk olahan singkong yang hebat dari Jatisobo.

                “Intinya kami mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang peduli dan ingin memperdayakan masyarakat Desa Jatisobo, Jatipuro Karanganyar. Kami siap membantu memasarkan produk olahan singkong. Sebab saat ini dengan media digital, pemasaran akan menjadi mudah,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

                Namun demikian, orang nomor satu di Karanganyar mahasiswa diminta untuk bekerjasama dengan pertanian. Kemudian dari perdagangan adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja dan Koperasi siap membantu. Yang terpenting singkong dapat diolah puluhan jenis makanan dan menguntukan dari sisi ekonomi. “Bisa juga dibuat semacam pasar Jadoel seperti yang ada di Matasih. Kita buat pasar khusus olahan singkong di daerah Jatisobo,” tambahnya. (hr/adt)