Kemensos Gandeng Sekar Karanganyar Cegah Konflik Sosial Melalui Rangkaian Grebeg Lawu 2019

Karanganyar – 26 September 2019

Pencegahan konflik sosial berbasis masyarakat dilakukan melalui pendekatan kearifan lokal dan program keserasian sosial.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengalokasikan dana untuk program pencegahan konflik berbasis masyarakat. Caranya melalui pendekatan kearifan lokal dan program keserasian sosial. Kemensos menyiapkan dana untuk membentuk forum keserasian sosial di seluruh Indonesia. Target Kemensos 250 forum keserasian sosial di seluruh Indonesia. Provinsi Jawa Tengah sudah memiliki 15 forum keserasian sosial di sejumlah desa/kelurahan di sepuluh kabupaten/kota.

Setiap forum mendapat dana stimulan Rp150 juta untuk pembangunan fisik Rp100 juta dan sisanya penguatan kualitas sumber daya manusia melalui dialog tematik sebanyak dua kegiatan. Selain program keserasian sosial, Kemensos masih memiliki strategi pencegahan konflik sosial melalui pendekatan kearifan lokal. Sasaran program adalah paguyuban atau kelompok seni. Kemensos mengalokasikan Rp50 juta per paguyuban. Kemensos sudah menyalurkan masing-masing Rp50 juta untuk 20 paguyuban di 14 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada 2019.

Salah satunya untuk Sekar Karanganyar pada kegiatan gelar budaya Grebeg Lawu di Terminal Tawangmangu pada Selasa-Sabtu (24-28/9). Kepala Sub Direktur (Kasubdit) Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos RI, Helmi Datuk R. Mulya, mengecek realisasi bantuan. Helmi mengapresiasi konsep acara yang dibuat Sekar Karanganyar.

“Seni budaya menjadi perekat. Ini upaya bersama masyarakat membangkitkan kearifan lokal untuk membangun komitmen membentuk toleransi di masyarakat. Ini strategi pemerintah menyikapi persoalan yang dapat memicu konflik sosial di era globalisasi,” tutur Helmi saat berbincang dengan wartawan di sela-sela acara.

Persoalan yang dimaksud bukan hanya hal besar, tetapi termasuk hal kecil di lingkungan sekitar. Dia mencontohkan kenakalan remaja, penyimpangan penggunaan narkoba, pembagian air, dan lain-lain. Dia berharap gelar budaya yang diselenggarakan Sekar Karanganyar dapat meningkatkan situasi guyup dan rukun di Kecamatan Tawangmangu dan sekitarnya.

Pentas Kethoprak dengan tajuk Bener Ora Tentu Mesti Pener

“Kesenian itu bisa diterima siapa saja. Kemensos berkepentingan. Bencana sosial terjadi karena konflik sosial. Ini upaya membangun komitmen kearifan lokal. Sarana supaya masyarakat tidak tersekat-sekat. Pesan melalui kesenian akan lebih mudah diserap,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum Sekar Karanganyar, Joko Dwi Suranto, menceritakan Sekar menyuguhkan ketoprak yang mengangkat kehidupan sosial pada momen gelar budaya kearifan lokal. Dia berharap pertunjukan dapat mengena di hati masyarakat dan pesan tersampaikan.(Ard/Tgr)