Grebeg Lawu Sambut HUT Kab. Karanganyar Ke-102

Penyerahan vandel kepada ketua komunitas reog tawangmangu oleh panitia seniman karanganyar di acara Grebeg Lawu, Tawangmangu, Selasa(24/9).

Karanganyar – Jelang peringatan HUT Kab Karanganyar yang Ke-102, Pemkab Karanganyar bersama Seniman Karanganyar gelar agenda rutin Grebeg Lawu di Terminal Tawangmangu, Selasa (24/9).

Dalam laporannya, Joko Suranto selaku ketua panitia Seniman Karanganyar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendanai acara grebeg lawu.

Tarian Soreng dari magelang yang sudah pernah tampil di Istana Negara dipilih menjadi tarian pembuka acara grebeg lawu.
“Acara ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 24 September sampai dengan tanggal 28 September nanti, 5 hari 5 malam tanpa putus,” katanya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Peserta terbagi dalam 5 provinsi dan 12 Kab Kota.
Provinsi tersebut adalah Bali , Papua , Jawa timur , Jawa tengah dan Jogjakarta.
“12 Kabupaten akan di tampilkan pada malam hari dan 17 korwil akan ditampilkan di siang hari selama 5 hari tanpa putus,” imbuhnya.
Beliau juga berharap semoga di tahun berikutnya dapat mengundang antar pulau untuk memeriahkan acara grebeg lawu ini.

Dalam sambutannya, Tarsa selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mewakili Bupati Karanganyar menyampaikan Grebeg lawu merupakan kegiatan rutin dalam rangka menyongsong HUT Ke-102 Kabupaten Karanganyar.

“Kami ucapkan kepada sekar, baik Kabupaten / Kecamatan selamat berkreativitas dan Alhamdulillah grebeg lawu tahun ini lebih meriah dari tahun kemaren. Tahun kemarin mengutamakan seniman lokal Kab. Karanganyar dan tahun ini sudah menjadi 5 Provinsi yang ikut memeriahkan,” katanya.

Beliau juga menyampaikan bahwa melalui seni, budaya pertahankan persatuan dan kesatua direkatkan ekonomi kreatif berkembang.

“Budaya sebagai perekat persatuan dan kesatuan. Dengan budaya persatuan dan kesatuan menjadi semakin terjalin dan kekompakan kerukunan menjadi semakin kokoh, sehingga antar seniman dan warga dapat menjalin rasa cinta dan persaudaraan yang kuat dalam rangka memupuk rasa nasionalisme dan solidaritas. Dan budaya harus dipertahankan,” imbuhnya.

Demikian DISKOMINFO (in/an/mei)