KULIAH UMUM UNTUK MEMBANGUN MORAL DAN ETIKA BANGSA BERSAMA KETUA ICMI Prof. Dr. Jimly Assidiqie, SH

Penyampaian Materi tentang Membangun Moral dan Etika Bangsa oleh Prof. Dr. Jimly Assidiqie, SH Ketua ICMI

Seminar Peningkatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bersama Prof. Dr. Jimly Assidiqie, SH dengan tema membangun moral dan etika bangsa di era disruption di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (9/9). Peserta yang ikut berpartisipasi berasal dari Jajaran OPD Kabupaten Karanganyar, Ormas Politik di Karanganyar, Pelajar, Mahasiswa ,TNI , dan juga Polri.

Moral dan etika bangsa mulai terpengaruh dengan budaya luar yang masuk ke negara Indonesia. Sehingga mulai terjadi kasus perselisihan antar warga dengan berbagai macam masalah seperti agama, budaya, ras, dan golongan.

Sambutan Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap tahun kita selenggarakan kemah kebangsaan yang pesertanya dari berbagai macam agama dengan tujuan untuk mempererat sulaturahmi dan perdamaian antar umat beragama. “Pergeseran dunia yang serba maya ini pengaruhnya luar biasa , Pancasila akan menjadi perbincangan di Indonesia ini dalam membangun bangsa dan negara, yang harus kita lakukan adalah memposisikan diri supaya tidak larut dalam pergeseran buruk yang mengancam keutuhan wilayah negara Indonesia” imbuhnya.

Orang nomer satu di Karanganyar itu juga menyampaikan mudah-mudahan dari Karanganyar ikut andil dalam memperkuat kesatuan bangsa dan negara dan menyediakan SDM unggul untuk bersaing di tingkat Internasional.

Narasumber istimewa yang sekaligus Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), Prof. Dr. Jimly Assidiqie, SH menyampaikan materi yang cukup menarik tentang etika dan moral bangsa. Dalam materinya juga menyinggung tentang kehidupan politik baru-baru ini dan menyampaikan bahwa jangan gara-gara politik Indonesia terpecah belah, atas dasar itu maka perlu dikuatkan lagi moralitas dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Aklhak tidak tercermin di negeri kita, maka dari itu sebagai negara dengan mayoritas penduduk Islam sebaiknya mebenahi aklhak untuk menjadi dasar hidup damai berdampingan antar umat beragama” ungkapnya.

Orientasi kebangsaan Indonesia lebih baik mengacu untuk merawat moral dan etika masyarakatnya, dengan hal itu akan membawa kemajuan bangsa lebih cepat. Selain itu dengan membangun etika yang baik juga bisa menciptakan Indonesia menjadi negara yang tentram dan terbebas dari gangguan buruk yang mengancam keutuhan wilayah negara.

Demikian Diskominfo (Ind/Dn/Wk)