Ganjar Pranowo, Target Keuangan PT BKK Jateng Kembali Normal Dalam 2 Tahun

 

 

Karanganyar – 12 Agustus 2019

Kasus PD BKK Pringsurat Temanggung membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan perombakan besar-besaran. Melalui tangan dinginnya, Ganjar menggabungkan seluruh PD BKK se Jateng menjadi entitas perbankan baru bernama PT BKK Jateng Perseroda.

Sebanyak 27 BKK se Jateng tergabung dalam entitas tersebut. Namun, saat ini kondisi keuangan PT BKK Jateng masih belum stabil, karena dalam kondisi merugi. “Istilahnya ini nglungsugi, jadi lahir kembali. Tentu ini memiliki harapan besar untuk semakin baik, meskipun saat terbentuk masih merugi sekitar Rp170 miliar,” ungkap Ganjar kepada RRI usai saat memberikan pembinaan pengurus PT BKK Jateng di Dewangsa Lor Inn Colomadu, Senin (12/08/2019).

Ganjar menargetkan, selama dua tahun keuangan di PT BKK Jateng akan normal atau mencapai Break Even Point (BEP). Ia yakin kepengurusan baru dapat mewujudkan target itu. “Apalagi aset PT BKK Jateng ini sangat besar, mencapai Rp 2,1 triliun. Dengan aset sebesar itu, ritme kerja, tujuan dan paradigma yang sama, maka saya yakin target itu tercapai dan PT BKK Jateng akan menjadi bank yang lebih besar,” tegasnya.

Banyak hal lanjut Ganjar yang dapat dilakukan oleh PT BKK Jateng menjadi bank yang sehat dan besar. Meski begitu, ia meminta agar kehadiran PT BKK bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat bawah.

“Saya minta persoalan di level bawah dibereskan dengan inovasi dan produk-produk PT BKK Jateng. Persoalan di desa-desa, UKM, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, nelayan dan sebagainya. Persoalan perumahan dan seni budaya juga harus mendapat perhatian,” pungkasnya.

Direktur Utama PT BKK Jateng, Kusnanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisir baik aset, sumber daya manusia dan bisnis di perusahaan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk menciptakan sejumlah produk baru yang memang dibutuhkan masyarakat.

“Kami akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Waktu dua tahun yang diberikan pak Gubernur sebagai pemegang saham untuk BEp memang tidak lama, namun kami optimis bisa mewujudkannya,” kata dia.

Upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut lanjut dia juga terus dilakukan. Dalam waktu sebulan setelah lahir, yakni tepatnya 2 Juli 2019, pihaknya berhasil melakukan efisiensi hingga Rp 7 miliar.

“Akan terus kami kejar ketertinggalan ini. Kami optimis bisa menjadi bank yang besar dan masuk lima besar nasional,” tukasnya.

Sambutan dan pengarahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Pada awal sambutan Gubernur Jateng, menayangkan sebuah cuplikan video saat Gubernur Jateng kunjungan Indonesia. Festival di negara Rusia yang memperlihatkan suatu karya produk dalam negeri berupa karung goni yang dibuat oleh Roro Kenes. Produk ciptaan dalam negeri tersebut dinilai oleh orang asing sebagai barang high branded yang dihargai senilai 8 Dollar.

Dalam sambutannya, “BKK memiliki kompetitor yaitu rentenir yang punya kecepatan untuk menarik nasabah” ujar Gubernur Jateng. Hal itu menjadi kelemahan BKK yang tidak bisa cepat dalam menarik nasabah, namun BKK memiliki kelebihan sebagai Bank milik Pemda yang memiliki data pasar bidang sector informal yang mampu dijadikan nasabah seperti pedagang kaki lima, pedagang pasar dan tukang parkir. Sehingga gubernur jawa tengah berharap BKK mampu menggunakan metode tersebut untuk menarik nasabah dengan cepat.

Pembukaan pembinaan pegawai BKK jateng juga diisi dengan sesi tanya jawab dari pegawai BKK yang langsung dijawab oleh gubernur jawa tengah yang berkaitan dengan peningkatan BKK.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga berharap agar pegawai BKK siap dalam menghadapi segala tantangan. “BKK harus mampu memanfaatkan peluang untuk mempromosikan program BKK di kelompok yang memiliki potensi tapi ada masalah dan memberikan solusi dari masalah itu” imbuhnya.

Demikian DISKOMINFO (Tgr/Ard/Sgt)