Harmonisasi Dengan Alam, Masyarakat Kemuning Gelar Tari Bedhayan Pucuk Putri

Sebanyak 9 orang penari tengah menari Bedhayan Pucuk Putri dalam gelar kirab budaya di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso

 

 

KARANGANYAR – 30 Juli 2019

 

Masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso menggelar kirab budaya dan tari Bedhayan Pucuk Putri Di Dusun Gondang Rejo, Kemuning.  Kirab budaya dan tari bedhayan pucuk putri dimaksudkan untuk mengajak masyarakat untuk selalu berharmonisasi dengan alam. Yakni menjaga alam dengan tidak merusaknya.

“Bersanding dengan alam terus karena alam ini bisa menampung air dan manahan air dari erosi. Harapan kami, marikah kita jaga alam dan pelihara alam ini dengan baik,” papar Penyelenggara kirab budaya dan Tari Bedhayan Pucuk Putri, Priyanto Kromo Wiryo.

Kirab dimulai dari Dusun Gondang Rejo sekitar 800 meter. Mengintari jalan dan masuk di area sendang Gondang Rejo. Sepanjang jalan, peserta kirab membawa gunungan dari buah-buahan, dan jajan pasar yang dibawa putri-putri warga setempat. Selanjutnya dibelakangnya ada membawa gamelan dan sejumlah penari. Memasuki areal teh, 9 orang putri penari dengan indah disela-sela tanaman teh. Tiba-tiba ada segerombolan hama yang menganggu tanaman teh tersebut. Namun demikian, hama itu akhirnya bisa diusir atau disingkirkan.

Harapan warga, menurut Priyanto mengajak anak muda dan masyarakat untuk senantiasa menjaga kedamaian alam. Sekaligus mengakrabkan generasi milenial untuk bersentuhan dengan tanaman. Mereka rata-rata bercita-cita dan bekerja di kota. “Kita tetap berharap ada yang terus mencintai tanaman, mengolah tanah dengan baik. Lha, pendekatan kami dengan pendekatan budaya. “ tandasnya. (hr/adt)