Pengoptimalan Sektor Pariwisata di Bumi Intanpari sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Disusun Oleh : Novita Sari

Kabupaten Karanganyar merupakan kabupaten yang mempunyai potensi sumber daya alam yang baik dan potensial dalam bidang industri, pertanian, dan pariwisata. Penggambaran kondisi yang ada di Kabupaten Karanganyar ini dapat ditunjukkan dengan julukan “Bumi Intanpari”, sebuah julukan yang khas dan melekat sebagai identitas yang dimiliki oleh kabupaten ini. Kata Intanpari merupakan sebuah akronim dari industri, pertanian, dan pariwisata. Ketiga aspek tersebut yang meliputi industri, pertanian, dan pariwisata ini merupakan sebuah alat atau instrumen  penggerak dalam sektor ekonomi di Kabupaten Karanganyar sendiri, sehingga agar sektor ekonomi menjadi maju pemerintah perlu menggerakkan ketiga sektor tersebut secara optimal agar taraf kehidupan masyarakat di Karanganyar jika dilihat dari faktor ekonomi juga meningkat.

Sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang dapat digerakkan dalam membangun sektor ekonomi di suatu daerah yang dapat pula menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah, begitupun dengan Kabupaten Karanganyar yang dikenal dengan keindahan alamnya, pemandangan alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan, sehingga memungkinkan potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita ketahui bahwa Kabupaten Karanganyar ini berada di lereng Gunung Lawu yang menyuguhkan keindahan alam dan pemandangan yang begitu menarik, yang menjadi pembatas antara Provisi Jawa Tengah dengan Jawa Timur dimana di lereng Lawu ini banyak sekali potensi dalam bidang pariwisata yang bisa dikembangkan, terutama potensi wisata alam. Wisata alam yang sudah dikenal oleh masyarakat diantaranya yaitu sebagai berikut : Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo, Kebun Teh Kemuning, Tahura (Taman Hutan Raya). Tak hanya itu saja, potensi alam juga bisa dikembangkan dan dioptimalkan dengan menggali kebutuhan masyarakat di era modern ini, misalnya yaitu di era digital dimana masyarakat banyak menggunakan smartphone, masyarakat menjadi gemar berswafoto atau selfie, tren ini dapat dijadikan sebuah ide baru dalam membuat tempat wisata yakni dengan cara membuat tempat yang memiliki keindahan pemandangan alam sebagai tempat wisata untuk berswafoto.

Bukan hanya wisata alam saja yang dapat dioptimalkan, namun di Kabupaten Karanganyar ini juga terdapat wisata yang bernuansa sejarah. Tempat wisata yang bernuansa sejarah misalnya yaitu : Candi Cetho, Candi Sukuh, dan Petilasan Kyai I Gusti Ageng Pamacekan serta Pura Pamacekan. Ketiga bangunan bersejarah tersebut merupakan sebuah bukti sejarah yang dapat digali ilmunya dan dijadikan sebagai wisata sejarah dan juga wisata yang bersifat edukatif, dimana dengan mengunjungi tempat bersejarah ini kita dapat memperoleh ilmu dan belajar sejarah di tempat tersebut. Salah satu wisata sejarah di Kabupaten Karanganyar ini yakni Pura Pamacekan yang merupakan simbol dari agama hindu, sehingga banyak mereka yang beragama hindu khususnya masyarakat Pulau Dewata Bali yang mengunjungi tempat tersebut. Pengoptimalan yang dapat dilakukan di tempat wisata bernuansa sejarah ini yaitu dengan perbaikan sarana dan prasarana (seperti pengadaan tempat parkir yang luas, pengadaan tempat beristirahat atau bersantai, pengadaan kamar mandi yang layak pakai dan bersih), pemberian kemudahan akses seperti pembangunan infrastruktur terkhusus jalan yang digunakan untuk menuju ke lokasi tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga hendaknya memberikan tour guide di setiap tempat wisata sejarah ini agar tour guide yang bertugas ini dapat mengarahkan para wisatawan, mereka sebagai pemandu wisata yang dapat memberikan informasi sejarah tempat tersebut kepada para wisatawan, agar pengunjung selain bisa menikmati keindahan bangunan bersejarah juga dapat belajar sejarah yang dapat disampaikan oleh pemandu wisata di setiap tempat wisata tersebut.

Secara ringkasnya pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya dalam pengoptimalan potensi wisata yang berada di Karanganyar ini dengan pengembangan sarana dan prasarana di setiap tempat wisata, pengadaan tempat wisata yang ramah lingkungan dan bersih, memberikan kemudahan akses ke tempat wisata yang dapat dilakukan dengan perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan ke arah tempat-tempat wisata, selain itu juga kemudahan akses transportasi ke setiap tempat wisata juga perlu diperhatikan. Era digital ini juga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam pengoptimalan sektor pariwisata di Bumi Intanpari ini yakni dengan cara melakukan promosi sebagai pengenalan tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar. Promosi ini terutama digencarkan melalui media komunikasi salah satunya yaitu dengan menggunakan  smartphone dengan cara penggunaan sosial media seperti instagram, twitter, dan facebook untuk mengunggah foto-foto tempat wisata yang ada di Karanganyar agar dapat menarik minat masyarakat baik itu masyarakat Karanganyar maupun masyarakat yang berasal dari luar Karanganyar untuk mengunjungi tempat wisata di kabupaten kita tercinta ini.

Pengoptimalan di sektor pariwisata di Bumi Intanpari ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah karena setiap tempat wisata mengharuskan wisatawan untuk membayar tiket masuk, dimana tiket masuk ini termasuk dalam retribusi daerah. Seperti yang tercantum dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah menyebutkan bahwa retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi atau golongan. Jenis pendapatan retribusi daerah ini salah satunya adalah retribusi jasa usaha tempat rekreasi dan olahraga, sehingga tiket masuk tempat wisata dapat dikategorikan ke dalam retribusi daerah. Disisi lain, dengan adanya pengoptimalan di sektor pariwisata dapat menciptakan kesempatan bekerja bagi masyarakat sekitar tempat wisata, misalnya mereka menjadi tour guide atau pekerja di tempat wisata tersebut yang dapat membuat masyarakat mendapatkan penghasilan dan kesejahteraan hidupnya bisa lebih baik.

Maka dari itu, kesimpulanya yaitu dengan melakukan upaya pengoptimalan sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar diharapkan dapat menarik minat wisatawan dalam mengunjungi tempat-tempat wisata di Kabupaten Karanganyar, baik itu wisata alam maupun wisata yang bernuansa sejarah. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka retribusi yang diterima pemerintah daerah dari pembayaran tiket masuk tempat wisata menjadi lebih banyak, sehingga akan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Karanganyar.