Mancing Mania Di Sungai Gendengan Desa Pojok Mojogedang Kabupaten Karanganyar

Diskominfo
Penebaran bibit lele maskot secara simbolis dipimpin oleh Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar menghadiri penebaran benih ikan dan lomba mancing di Desa Pojok Mojogedang Karanganyar, Sabtu (27/7).

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan, kawasan umum berupa sungai supaya dijaga dan ditata sedemikian rupa, karena bisa jadi obyek pemancingan. “Nanti dikelola Karangtaruna (Larasati). Semoga bisa mengembangkan pemancingan sebagai sarana wisata,” katanya.

Ia mengaku sungai di Karanganyar digunakan untuk memancing. “Hampir semua aliran sungai sudah disebari ikan. Kita atur dan kita larang. Tidak boleh mengambil ikan dengan cara diracun atau disetrum. Sudah saya umumkan, karena akan mengganggu ekosistem sungai,” terangnya.

Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Karanganyar, Siti Maesaroh mengatakan, Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Karanganyar sekitar 18 Kg perkapita per tahun. Masih rendah dibandingkan dengan AKI Jateng sekitar 30 Kg perkapita pertahun. “Di Jateng sekitar 30 dan nasional 54,” paparnya.

Ia menambahkan, selain penebaran benih ikan lele sebanyak 1 ton, juga dilaksankan lomba mancing yang diikuti 150 orang yang terdiri dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat. “Ditambahkan 30 ekor Lele sebagai maskot untuk perlombaan. 1 ekor beratnya sekitar 4 kg,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Jateng, Arif Rahman Hakim berharap, melalui kegiatan ini dapat mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan. “Dengan memancing di perairan umum, masyarakat bisa menangkap ikan dengan peralatan yang ramah lingkungan. Kita tidak ingin masyarakat menangkap ikan dengan rancun dan setrum. Mari kita jaga sungai agar tetap lestari dan jangan membuang sampah di sungai,” terangnya.

Selain itu hasil mancing, diharapkan dapat dikonsumsi untuk keluarga. “Angka konsumsi ikan di Karanganyar masih kecil. harus tingkatkan lagi,” tandasnya. (in/an)