Tasyakuran Hari Bhakti Adhiyaksa, Kajari Karanganyar: Jika Nakal Dibina, Jika Jahat Dilibas

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara Tasyakuran Hari Bhakti Adhyaksa Ke – 59 dan HUT Ke XIX Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Th. 2019 di Hotel Tamansari, Selasa(23/07/19).

Karanganyar – 23 Juli 2019

Kejaksaan Negeri Karanganyar mulai dari awal tahun hingga Juli 2019, dapat mengembalikan uang negara sekitar Rp 2,3 miliar dari pengungkapan tiga kasus pidana khusus. Itu diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo seusai acara Hari Bhakti Adhiyaksa ke-59 di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (23/7/2019).

Suhartoyo mengatakan, dalam melakukan proses penanganan kasus pidana khusus itu tidak semata-mata melakukan tindakan represif. Selama 7 Bulan, Kejaksaan Negeri Karanganyar Sebut Selamatkan Uang Negara Rp 2,3 Miliar

“Diawali dengan rambu-rambu pencegahan, jadi ada preventifnya. Kita bekerja sama dengan inspektorat, apabila ada yang tersangkut kasus berkaitan dengan Pemkab, sama-sama bahu membahu bekerja sama menelusuri itu. Jika itu administrasi, kita diserahkan kepada mereka (inspektorat). Jika itu tindak pidana kita proses,” katanya kepada tim liputan Kominfo, Selasa (23/7/2019).

Ia merinci, total uang negara yang dapat dikembalikan itu berasal dari kasus pengelolaan dana di desa dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap(PTSL) di Desa Girimulyo Kecamatan Ngargoyoso sekitar Rp 900 juta sekian.

“Pengelolaan dana di desa sekitar Rp Rp 480 juta dan PTSL sekitar Rp 450 juta,” terangnya. Selain itu juga berasal dari tanah kas desa seluas 2.000 meter persegi yang disita di Desa Girilayu Kecamatan Matesih. Kemudian pengembangan kasus Edupark jilid II sejumlah Rp 500 juta sekian. Kajari menyampaikan, perkara Girimulyo saat ini dalam proses penyidikan. Sedangkan kasus Edupark jilid II dalam proses banding dan kasus Girilayu sudah proses tuntutan

Hadiri tasyakuran Hari Bhakti Adhiyaksa ke-59 Kejaksaan Negeri Karanganyar, Bupati Juliyatmono berharap sinergitas antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah terus terjalin. Itu diungkapkan Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam tasyakuran yang digelar di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (23/7/2019).

Juliyatmono menyampaikan, tindakan preventif lebih baik dalam memperkokoh negara hukum supaya patuh terhadap rambu-rambu hukum.”Karena itu melekat maka harus mentaati hukum. Dalam rangka menentramkan hati masyarakat,” katanya. Ia berharap, hubungan sinergitas antara kejaksaan dengan pemerintah daerah (Pemda) terus terjalin.

“Kami menjadi bagian pengabdian. Harapannya ke depan tetap dicintai masyarakat, dibutuhkan, dan semakin dipercaya. Tanpa ada yang mengingatkan, ada kecenderungan dlewer. Supaya tetap patuh pada rambu-rambu hukum,” terangnya.

Selanjutnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo mengungkapkan, tingkatkan pengabdian demi kemajuan, keunggulan dan keutuhan negeri menjadi tema yang diusung dalam Hari Bhakti Adhiyaksa ke-59.

“Tema itu mewarnai tugas-tugas di masa-masa sekarang. Kami harus meningkatkan kinerja untuk berkarya dengan sepenuh hati. Semata-mata mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kepentingan masyarakat,” katanya kepada para wartawan seusai acara.

Ia menyampaikan, pihaknya mendorong dan membantu Pemkab dalam pelaksanaan pembangunan, baik itu secara moral, fisik dan mental. “Bahu membahu membangun Karanganyar dalam berbagai aspek. Dilandasi dengan komitmen, iman dan moral yang baik. Tidak serta merta orang salah, kami anggap salah begitu saja. kalau ada yang nakal dibina, kalau ada yang jahat dilibas,” tuturnya.(Ard/ysf)