Di luar TMMD Sengkuyung Tahap II di Jatiroyo, Pemkab Karanganyar Gelontorkan Rp 400 Juta Untuk RTLH

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat melakukan pengecekan kesiapan pasukan dalam acara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Lapangan Desa Jatiroyo Kecamatan Jatipuro, Kamis(11/07/19)

Karanganyar – 11 Juli 2019

Diluar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler Sengkuyung Tahap II 2019 di Desa Jatiroyo Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar, Pemkab Karanganyar mengalokasikan Rp 400 juta untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Itu disampaikan langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono seusai membacakan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Adapun TMMD Sengkuyung tahap II di Desa Jatiroyo berlangsung mulai 11 Juli-8 Agustus 2019.

“TMMD merupakan program terpadu TNI dan Pemda yang bertujuan mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah.

Dengan harapan kesejahteraan masyarakat daerah juga akan meningkat.

Selain itu ini dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membacakan sambutan dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Juliyatmono menambahkan, diluar dana APBD Jateng Rp 235 juta dan APBD Karanganyar Rp 300 juta yang menjadi sumber dana TMMD sengkuyung tahap II, Pemkab Karanganyar menambahkan Rp 400 juta untuk program RTLH.

“Per rumah Rp 10 juta, itu dari APBD 2019. Kita dorong di sini tuntas, terus dimana lagi tuntas,” katanya kepada Tim Liputan, Kamis (11/7/2019).

Ia berharap, dengan adanya TMMD dapat menyelesaikan persoalan pembangunan fisik maupun non fisik. “Setiap diselenggarakan TMMD di desa itu, desa itu harus lebih sejahtera,” terangnya.

Sementara itu Kades Jatiroyo, Naryo menyampaikan, di desa Jatiroyo totalnya ada sebanyak 52 RTLH. “Sumber dana 10 rumah rencananya masuk program TMMD, 40 dari APDB Karanganyar, dan 2 dari Dana Desa (DD).

Nanti berwujud barang. Pelaksanaannya masih menunggu dana,” terangnya. Terkait kondisi rumah, pihaknya masih akan melakukan verifikasi lagi terkait kelayakan rumah tersebut.

Selain RTLH, dalam TMMD tersebut juga dilaksanakan pembangunan sumur dalam yang memiliki kedalaman 100 meter.Naryo menuturkan, warganya masih membutuhkan sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih. “Sehingga cakupan air bersih bisa 100 persen. Air bersih masih kurang. Saat ini ada 1 bak untuk 2 dusun. Rencana 1 bak untuk 1 dusun. Sumur dalam ada di Dusun Sambirejo,” ungkapnya.

Adapun selain RTLH dan sumur dalam, program fisik TMMD yang menjadi sasaran fisik yakni berupa pengecoran jalan sepanjang 800 meter, luas 3 meter dengan ketebalan 12 cm. Juga bak penampungan air serta pembuatan jamban 4 unit.(Ard/Adt)