Peringati HAN Internasional, Bupati Juliyatmono Ajak Pelajar Karanganyar Jalan Sehat

Kominfo
Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar saat memberangkatkan peserta Jalan Sehat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional di halaman gedung DPRD Karanganyar, Jum’at(28/06/19).

Karanganyar – 28 Juni 2019

Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba (HAN) Internasional yang jatuh pada 26 Juni 2019, Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar menggelar jalan sehat pada, Jumat (28/6/2019).

Jalan sehat tersebut selain memperingati HAN Internasional, sekaligus mengajak para kaum milenial untuk berperan dalam pencegahan narkoba di wilayah Karanganyar.

Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar turut hadir dalam acara pagi itu.

Sebelum melepas para peserta jalan sehat yang diikuti ratusan pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK, terlebih dahulu mereka menandatangani papan deklarasi sebagai simbol komitmen pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Karanganyar.

Adapun rute jalan sehat tersebut, para peserta berangkat dari halaman DPRD Karanganyar, berjalan ke arah timur melintasi sepanjang Jalan Lawu. Selanjutnya belok kiri ke arah utara atau arah SMK Satya Karya. Setelah itu ke barat hingga belakang Kantor DPRD.

“Narkoba meniko pun mbotensah perlu dirembuk karena mematikan, membunuh. Nyuwun tulung sing rawuh, membantu agar penyebaran narkoba tidak meluas. Sek perlu kawuningan khususe bocah-bocahku, cah sekolah,” kata Juliyatmono.

Ia menghimbau kepada para pelajar supaya mewaspadai titik-titik rawan peredaran dan transaksi narkoba di lingkungan sekitaran sekolahan serta beberapa wilayah di Karanganyar seperti Gondangrejo, Palur, Colomadu, Kebakkramat, dan Jaten.

“Nyuwun tulung juga bapak-bapak yang rawuh menginformasikan bahayanya narkoba,” tuturnya.

Ketua Pelaksanaan Harian P4GN Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan, tema hari anti narkoba internasional tahun ini milenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia emas, jadi sasarannya pealajar dan mahasiswa.

Agus menyampaikan, dalam pencegahan bahaya narkoba di wilayah Karanganyar, pihaknya melalui P4GN melakukan pencegahan atau langkah preventif dengan memsosialisasikan bahaya narkoba kepada senegap elemen.

“Sasarannya semua, baik itu pelajar, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum. Itu dilakukan sampai sampai ke tingkat desa. Karena peredaran narkoba sekarang tidak hanya di kota tapi juga di desa,” katanya.

Secara terpisah, Kasat Narkoba Polres Karanganyar, AKP Muhammad Kariri mengatakan, selama menjabat pada akhir Desember hingga bulan ini, setiap bulannya rata-rata terdapat 3-4 kasus narkoba, baik itu konsumsi atau peredaran. “Pemakai obat rata-rata mahasiswa, kalau sabu itu pegawai swasta,” katanya.(Ard/Tgr)