Baznas Karanganyar Masuk Nominasi Baznas Jateng Award 2019, Tim Penilaian Mulai Verifikasi

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliuyatmono secara pribadi menerima kunjungan silaturahmi dari Baznas Provinsi Jawa Tengah sehubungan dengan masuknya Kabupaten Karanganyar dalam nominasi BaznasJateng Award 2019 di ruang transit Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin(24/06/19).

Karanganyar – 24 Juni 2019

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar masuk nominasi Baznas Jateng Award 2019, Tim penilaian Baznas Jateng Award 2019 melakukan verifikasi lapangan.

Penilaian lapangan tersebut dilakukan dalam rangka mendapatkan informasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar beserta Baznas Karanganyar terkait peran dan dukungan terhadap kemajuan pendayagunaan zakat di Kabupaten Karanganyar.

Tim penilaian Baznas Jateng sekaligus Sekretaris Baznas Jateng, Ahyani mengatakan, dalam verifikasi lapangan ini ada beberapa hal yang menjadi fokus penilaian, yakni terkait program kerja, tingkat kemajuan perolehannya zakat, pendayagunaan zakat, dukungan pemerintah serta audit keuangan.

“Dari 25 kabupaten yang masuk nominasi, ada 10 yang kita cek. Di antaranya Karanganyar, Kendal, Temanggung, Pemalang dan lain-lain,” katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (24/6/2019).

Ahyani mengungkapkan, Baznas Jateng Award ini untuk memotivasi kaitannya pengelolaan zakat secara transparan dan perolehan zakat semakin banyak. Sehingga peningkatan kesejahteraan umat semakin baik.

Wakil Ketua Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iskandar menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka tim penilaian dari Baznas Jateng bertemu sekaligus wawancara dengan Bupati Karanganyar.

“Mengecek berkas, apakah penyaluran zakat sesuai asnaf, penghimpunannya seperti apa, program unggulannya apa, bagaimana kesadaran warga membayar, dapat berapa. Jadi semakin besar pengumpulan dana meningkat pertahun akan semakin baik.

Penyaluran apakah sesuai dengan asnaf untuk mengentaskan kemiskinan atau tidak,” terangnya. Iskandar mengaku, Baznas Karanganyar baru pertama kali ini mengikuti Baznas Jateng Award. “Tahun kemarin belum ikut, baru mau ikut tahun ini.

Ada surat edaran dari Baznas Jateng, siapa yang mau ikut supaya mengirimkan berkas. Tahun kemarin belum kepikiran ke situ. Kalau dinilai baik berarti menambah kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan, Baznas Karanganyar dianggap cukup berhasil dalam pengelolaan zakat. “Ini sedang dievaluasi untuk diberikan penghargaan Baznas Award.

Supaya apa yang dihasilkan Baznas Karanganyar dapat meningkat,” tuturnya. Adapun tahun 2018, perolehan zakat Kabupaten Karanganyar mencapai Rp 15,5 miliar. “Pada tahun ini targetnya Rp 18 miliar,” kata Juliyatmono.(Ard)