Fun & Time Rally 2019 Bersama Disporapar Provinsi Jawa Tengah

 

 

Diskominfo
Bupati Karanganyar Menggibaskan Bendera Start Peserta Rally 2019

KARANGANYAR – Sebanyak 200 peserta Disporapar fun and rally Jateng berkewajiban memprosikan obyek menarik di sepanjang rute perlombaan. Melalui akun media sosialnya, konten yang diunggah akan dinilai dalam lomba. Selain itu, jawara rally ditentukan ketepatan waktunya sampai di garis finish.

“Rally ini mengeksplore potensi wisata. Bukan hanya destinasi, namun juga kuliner dan perilaku. Foto atau video yang di-tag ke panitia, akan dinilai juri,” kata Sinung N Rachmadi, Kepala Dinas Disporapar Jawa Tengah di lokasi start Bukit Sakura, Tawangmangu, Sabtu (29/6).

Usai melaju dari titik start, para peserta menuruni lereng Lawu menuju finish di Hotel Syariah Solo dengan melewati Tawangmangu-Kemuning-Batujamus Mojogedang-Karanganyar-Tasikmadu-Jaten-ringroad Mojosongo-Sangiran. Berbagai jenis mobil sedan maupun SUV dipakai peserta rally. Tak sedikit memamerkan mobil keluaran lawas seperti VW tahun 1962, Corolla tahun 1974 hingga Isuzu Panther tahun 2000. Per mobil berisi sopir dan seorang rekannya.

“Dari 200 peserta itu, kebanyakan dari luar Jawa Tengah. Ada 160 orang. Sisanya 40 orang dari Jateng. 80 persen peserta dari luar Jawa ini untuk mempromosikan Jateng. Bahkan ada yang dari Belanda dan enam orang Thailand,” katanya.

Panitia telah menyimulasi rally di rute tersebut. Dengan kecepatan rata-rata 40 KM per jam, tiap perally dapat mengambil 7-8 momentum pengambilan gambar. Batasan kecepatan itu juga membantu perally memperhatikan lalu lintas dan pengguna jalan lain. Rute yang ditempuh di sesi pertama berjarak 88,28 km dari Bukit Sakura ke Museum Sangiran dengan waktu 275 menit. Selanjutnya rute kedua berjarak 43,72 km dari Sangiran ke Syariah Hotel Solo.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melepas keberangkatan bersama Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta di lokasi start Bukit Sakura yang masuk wilayah Perhutani RPH Tlogodlingo BKPH Lawu Utara KPH Surakarta.

“Gebrakan Dinas Porapar Jateng luar biasa. Menyinergikan obyek masing-masing daerah. Ini harus dikelola dengan sangat baik. Di Karanganyar, hampir tiap bulan sekali ada rally seperti ini. Kita sedang persiapan rally hardtop nasional, lalu komunitas L300 yang akan diikuti 2.500 peserta. Ini juga menggeliatkan sektor UMKM dan pariwisata,” katanya. (ina/an)