Kalangan Pengusaha UMKM Harus Melek IT

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto mencoba aneka masakan olahan dari UMKM

KARANGANYAR  -27 Juni 2019

Para pemula bisnis skala rumah tangga diminta memanfaatkan teknologi informasi. Sarana tersebut potensial untuk membangun relasi maupun pengalaman berbisnis. Termasuk tehnologi dapat membantu memasarkan produk.

“Ada 30 grub whatsapp di ponsel saya. Membangun relasi itu sudah 30 persen dari promosi. Mudah dan murah,” papar Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki usai membuka peringatan HUT UMKM Internasional ke-64 di Setumbu, Desa Sewurejo, Mojogedang yang diadakan Gerakan Aspirasi Muda Lawu (Gardal), Kamis (27/6).

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto optimis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Karanganyar tumbuh signifikan di bumi intanpari. Bukan hanya dari segi jumlahnya, namun juga kualitas dari produk yang dihasilkan. Mulai produksi, pengemasan dan pemasaran sudah tersistem dengan baik sehingga pertumbuhaan dinilai cukup bagus.

“Adanya ormas seperti Gerakan Aspirasi Muda Lawu (Gardal) yang membantu perkembangan dan pemasaraan UMKM dinilai sangat baik dan membantu pemerintah. Sebab bukan hanya memberikan arahaan terkait produksi, namun juga membantu pemasaran agar bisa meluas,” papar Rober Cristanto

Orang nomor dua di Karanganyar tersebut juga dinilai sangat membantu. Terbukti, jika ada anggota gardal yang ingin berusaha juga membantu gerobak dan lain sebagainya. Gardal juga membantu dalam inovasi produk sehingga menjadi lebih baik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh turut dihadiri Kepala Disdagnakerkop UKM Waluyo Dwi Basuki, Camat Mojogedang Sutrisno, dan Para Tokoh Masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut terdapat seminar, bakti sosial dan perlombaan para pelaku UMKM berupa produk makanan. Dalam rangkaian tersebut Wakil Bupati Karanganyar juga menyerahkan bantuan berupa 1 gerobak jualan dan sembako.

Sementara Ketua Gerakan Aspirasi Muda Lawu (GARDAL) Ananda Novel meyampaikan tujuan acara HUT UMKM Internasional Ke-64 ini adalah untuk menciptkan 10.000 wirausaha supaya dapat meningkatkan perekonomi masyarakat. Kurang lebih 20 UMKM yang masuk ke gardal dari Desa Ngargoyoso. Kebanyakan para anggota UMKM mendaftar melalui  media sosial dan ada juga yang langsung datang ke kantor. “Kita berusaha untuk membantu saudara-saudara pelaku UMKM agar lebih maksimal. Baik dari segi produksi dan pemasaran,” tandasnya. (Adt/Hr/Fdt/Fjr)