Desa Karangbangun Sisihkan 7.809 Desa di Jateng, Untuk Rebut Juara Lomba Desa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil BUpati Karanganyar Rober Cristanto mendatangi balai desa Karangbangun dalam rangka lomba desa tingkat propinsi Jawa Tengah

Karanganyar 20 Juni 2019

Kiprah kelompok usaha mandiri dari kalangan ibu rumah tangga Desa Karangbangun, Jumapolo diyakini menyumbang nilai maksimal dalam evaluasi lomba desa tingkat Jawa Tengah. Desa ini bersaing dengan Desa Mlaten Kabupaten Demak dan Desa Jumo Kabupaten Temanggung.

“Desa Karangbangun sudah menang lomba desa tingkat kabupaten. Mengalahkan Desa Ngringo Kecamatan Jaten dan Desa Jeruksawit Kecamatan Gondangrejo. Di lomba desa tingkat Provinsi Jawa Tengah, Desa Karangbangun mengalahkan 7.809 desa. Ada tiga finalis desa se-Jateng yang nanti akan dipilih terbaik. Semoga Karangbangun pemenangnya,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam penilaian lomba Desa Tingkat Propinsi Jawa Tengah di aula kantor Desa Karangbangun, Kamis (20/6).

Terdapat puluhan UKM dari tujuh dusun di Desa Karangbangun, yang semuanya diinisiasi dan dikelola oleh kaum perempuan. Mereka bahkan memproduksi dan menjualnya secara mandiri. Di halaman kantor desa, perempuan pelaku UKM memamerkan produknya seperti kue olahan singkong, keripik jagung, telur asin, beras organik, madu klaceng, jamu dan sebagainya. Para pengusaha ini merintis usaha dari modal stimulan pemerintah maupun mandiri. Kemudian, mengelola secara sempurna sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Dibangun sumur air dalam di daerah sulit air bersih itu, melalui pengelolaan masyarakat setempat.

Ketua Tim Penilai Evaluasi Lomba Desa Provinsi Jawa Tengah, Joko Sulistyono mengatakan sejumlah bidang pengelolaan desa akan dikroscek. Seperti bidang keamanan, pendidikan, kependudukan, inovasi pemerintah, UKM, pemerintahan, mitigasi bencana dan sebagainya. “Maksud dari evaluasi ini adalah menentukan status desa itu setelah mendapat program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, mengetahui tingkat kesejahteraannya. Ini diukur dari tahapan dan keberhasilannya, dari periode Januari-Desember 2018,” katanya.

Menurutnya tujuan sebenarnya bukan mencari yang terbaik. Tapi memberi contoh bagi desa-desa lain untuk bergerak maju. Desa pemenang lomba desa tingkat Jawa Tengah akan dilombakan di tingkat regional Jawa-Bali. (hr/tgr)