Bahaya Rabies, Warung Sate Anjing Diminta Ganti Dagangan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta warung dagang sate anjing untuk berganti jenis dagangan

 

 

KARANGANYAR – 20 Juni 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta pedagang warung sate anjing di Bumi Intanpari untuk beralih ke jenis dagangan yang lain. Bupati menilai daging anjing bukanlah daging konsumsi untuk masyarakat. Apalagi, daging anjing akan menimbulkan  bahaya bagi kesahatan manusia yakni penyakit rabies. Penyakit rabies sendiri tidak ada obatnya dan dapat mematikan.

“Saya berikan kesempatan satu minggu untuk berpikir untuk beralih ke jenis dagangan yang lebih sehat. Misalnya dagang bakso, mie ayam, rica-rica menthok, atau sate kambing,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat audiensi dengan 37 pedagang sate anjing di ruang anthurium, Rumah Dinas Bupati, Kamis (20/06).

Kesempatan satu minggu itu untuk berpikir dan beralih ke jenis usaha yang lebih baik. Jika nanti memutuskan untuk beralih ke dagangan yang lain, Pemkab akan membantu selama enam bulan berturut-turut. Membantu dalam bentuk finansial dan pembimbingan usaha baru. “Jika memang tidak ada beras, maka kami akan bantu beras. Pendek kata, kami akan melakukan pendekataan dari rumah ke rumah pedagang anjing. Kami akan selesaikan sesuai situasi dan kondisi masing-masing pedagang asalkan mau beralih,” imbuhnya.

Bupati juga tegas, meminta semua pedagang untuk berganti jenis usaha. Jika memang masih nekat, dipersilahkan berdagang di luar Karanganyar. Sehingga pilihanya ada dua, berganti usaha dagangan atau berjualan di luar wilayah Karanganyar. “Kita ingin menyelamatkan generasi mendatang dengan generasi yang sehat dan kuat. Jikalau pedagang pindah haluan maka akan lebih lancar usaha dan berkah,” imbuhnya.

Sementara salah satu pedagang Yatno, mau menutup usahanya dan akan membeli kambing untuk dipelihara. Yang jelas, akan beralih dari dagang sate anjing menjadi pengembala kambing. “Modal usaha, akan saya pergunakan untuk membeli kambing dan dipelihara,” tandasnya.

Sementara Suwanto, meminta kejelasan bantuan kepada pedagang yang beralih profesi. Kejelasan yang dimaksud adalah bantuan permodalaan yang cukup. Sebab pihaknya mempunyai dua anak yang bersekolah di Perguruan Tinggi dan swasta. Sedangkan satu anak lagi masih SMA. “Namun saya akan berkonsultasi dengan wakil rakyat di Karanganyar. Sebab usaha ini tidak menganggu sebenarnya. Yang pengin beli silahkan dan yang tidak juga tidak masalah,” imbuhnya. (hr/Adt/Fjr)