Bupati Karanganyar, Alumnus STIKES 17 Karanganyar Harus Mumpuni 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan spirit kepada masyarakat Karanganyar untuk menyekolahkan putra putri yang ingin jadi perawat di STIKES 17

 

KARANGANYAR – 17 Juni 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) 17 Karanganyar untuk handal dan mumpuni. Yang dimaksud mumpuni adalah mempunyai etos kerja tinggi, bersungguh-sungguh, agamanya baik, tekun dan bekerja keras. Pihaknya meminta masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di STIKES 17 Karanganyar.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar saat menghadiri lounching dan Dies Natalis STIKES 17 Karanganyar di kampus II di Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. Orang nomor satu di Karanganyar mengakui pendirian Akper 17 (Sejak 1 Juni 2019 berubah menjadi STIKES) penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Pemkab Karanganyar ikut  mensupport sehingga dapat berkembang pesat. Juliyatmono meghimbau kepada warga Karanganyar untuk berbondong-bondong sekolah di STIKES Karanganyar. “Memanfaatkan momen pendidikan sebaik-baiknya. Yang dapat merubah masa depan adalah pendidikan. Bagaimana membekali generasi muda kita agar cerdas dan berkemampuan,” terangnya.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) 17 Surakarta melounching kampus II di Jalan Tentara Pelajar 2 No 17B Gaum Tasikmadu Karanganyar, Senin (17/6). Gelar budaya wayang kulit dengan lakon Bima Suci yang dibawakan Dalang Ki Waluyo Noto Carito menyemarakkan launching kampus II itu sekaligus merayakan Dies Natalis STIKES ke XXIII.

Sementara  Ketua Yayasan STIKES 17, Tatik Sutarti Suryo menyampaikan, lounching ini sekaligus merayakan perubahan bentuk dari dulu Akademik DIII kini menjadi STIKES. Dulu Akademi DIII, terus diberi kewenangan oleh Menristekdikti untuk mengelola STIKES. Sejak menjadi STIKES tersebut, menambah Prodi Studi Farmasi SI.  Ia menjelaskan, Prodi Farmasi SI ini akan diarahkan kepada farmasi herbal atau back to nature.
“Di Indonesia banyak sekali tanaman yang bisa untuk kehidupan, baik itu untuk obat juga makanan. Angkatan pertama pendaftaran bulan ini sampai 1 September masih kami terima. Target kurang lebih 2-3 kelas, sekitar 120 orang,” terangnya.

Tatik menuturkan, Kampus II ini berdiri di lahan seluas 2.800 meter persegi. Ide awal dari Akper 17. Dosen memenuhi, pelayanan memenuhi, laboratorium memenuhi. Setelah menjadi STIKES, kami bercita-cita ini harus segera menjadi universitas 17,” tuturnya.(hr/Adt)