PENILAIAN LOMBA KELOMPOK TANI TERNAK NGUDI REJEKI BERPRESTASI

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Plt. Kepala dinas Peternakan dan Perikanan saat meninjau kandang kelompok tani ternak Ngudi Rejeki di Begajah Popongan Karanganyar, Jum’at(14/06/19)

Karanganyar, Jum’at (14/06/2019)

Aspek pemanfaatan ruang dan pengolahan limbah sapi milik kelompok peternak Ngudi Rezeki Popongan mendapat catatan khusus dari tim penilai lomba kelompok tani dan ternak tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kepada kelompok Ngudi Rezeki, tim penilai menganjurkan penggunaan teknologi pembuatan pupuk cair serta menerapkan estetika kandang.

“Pupuk cair lebih ramah lingkungan. Juga lebih ekonomis. Dalam tinjauan tadi, kami melihat pengolahan limbah sudah dijadikan pupuk. Namun pupuk padat,” kata ketua tim penilai, Abdullah kepada wartawan usai tinjauan ke kandang, Jumat (14/6).

Dalam tinjauan itu, Abdullah yang menjabat Kepala Balai Budidaya dan Pembibitan Ternak Terpadu Kelas A Disnakeswan Jawa Tengah didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siti Maesyaroch serta anggota kelompok peternak Ngudi Rezeki yang berlokasi di Kampung Begajah, Kelurahan Popongan, Karanganyar Kota. Tim melakukan kroscek secara administratif maupun faktual di kandang yang memiliki 101 ekor sapi tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, kelompok perlu lebih memperhatikan aspek estetika kandang. Tim menjumpai sisa pakan bercampur kotoran di bagian belakang kandang. Keberadaannya mengganggu pandangan. Namun demikian, kelompok ini telah menerapkan prinsip agrobisnis dengan membibitkan ternak bernilai jual tinggi.

“Cuma perlu berhati-hati saat membibitkan jenis eksotik (limosin dan peranakan lainnya). Dikhawatirkan muncul gangguan reproduksi. Jarak bunting dengan beranak lebih lama. Lebih mudah reproduksi sapi putih,” katanya.

Kelompok ternak ini maju lomba kelompok ternak sapi potong tingkat Jawa Tengah, bersama dua kelompok dari Kabupaten Grobogan dan Jepara.

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara Lomba Kelompok Tani Ternak di Dusun Begajah, Kelurahan Popongan Kec. Karanganyar

Ketua Kelompok Ngudi Rezeki, Slamet mengatakan jumlah sapi anggotanya bertambah secara signifikan sejak 2013.

“Mendapat hibah 25 ekor dari APBN 2013. Kemudian diberi bantuan APBD 2014 Rp 30 juta untuk membeli tiga ekor. Populasi apda 2017 sebanyak 67 ekor hingga sekarang 101 ekor. Tiap anggota memiliki 3-5 ekor,” katanya.

Di kelompok ini, pendapatan diperoleh dari penjualan anakan ke pedagang atau kelompok lain. Selain itu, menjual kompos ke petani.(ard/tn/ysf)