Pemkab Gelar Tarawih Akbar di Alun-Alun Karanganyar

Khotib Tarawih Akbar, Habib Novel BIn Muhammad Alaydrus

 

KARANGANYAR – 29 Mei 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan ratusan masyarakat Karanganyar menggelar sholat Isyak dan Terawih di Alun-alun. Sholat isyak dan terawih itu sekaligus memperingati Nuzulul Quran dan peringatan hari zakat nasional. Bertindak sebagai iman Sholat Isyak adalah Pimpinan Ponpes Is Karima Karangpadan, Ustadz Syihabuddin Abdul Muiz Al Hafizh dan khotib Habib Bin Muhammad Alaydrus.

“Semoga gelaran terawih akbar menambah kekhusyukan kita dalam beribadah kita kepada Allah. Semoga kita semua mendapati malam lailatur Qodar atau malam yang lebih baik dari 1000 bulan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada tarawih akbar di Alun-Alun Karanganyar, Selasa (29/05)

Dia mengatakan Sholat Tarawih dalam suasana yang luar biasa, mengesankan, menyejukan dan menetramkan hati. Islam betul-betul rahmatan lil alamin. Semoga ramadhan ini membuat orang yang menjalankan mendapatkan akhlak karimah, berwawasan luas, mempunyai tolerasi, dan terus hidup berdampingan dengan siapapun. “Atas nama pemerintah, saya mengajak MTA, NU, Muhammadiyah dan LDII untuk terus membangun sinergi. Membangun spirit keagamaan di Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati mengatakan zakat di Karanganyar masih yang terbesar di Jawa Tengah. Satu tahun, terkumpul Rp 15 milar dan dananya dipergunakan untuk membantu fakir miskin dengan sembako setiap bulannya. Membantu permodalan bagi desa yang mengembangkan usaha dan membantu ekonomi produktif. “Pengurus Baznas dibiaya APBD dalam operasionalnya. Sehingga semua dana untuk membantu 8 golongan yang diajurkan dalam agama,” tandas Bupati.

Sedangkan Khotib Habib Bin Muhammad Alaydrus mengingatkan akan bujuk rayu setan yang terus menggoda. Usai puasa, diminta untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan yang selalu menggoda manusia. Biasanya usai ramadhan kembali rasan-rasan atau kembali ghibah. “Jangan usai puasa terus kita kembali melakukan hal-hal yang dilarang agama. Puasa harus menjadikan kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah,” imbuhnya.

Di kesempatan akhir, Habib mengatakan hidup ini jangan dibuat susah. Hidup ini harus senang karena senang akan mendatangkan ketenangan. “Ketenangan itu akan didapat jika selalu mengingat Allah SWT.  Mari kita bersandar hanya kepada Allah,” tandasnya. (hr/Adt)