Bupati Karanganyar Bersama Syafii Efendi Berikan Motivasi Tentang Enterprneurship Untuk Lulusan SMA, SMK dan MA

Antrian peserta seminar mengular di halaman Gedung Wanita Karanganyar
Karanganyar, 25 Mei 2019
Bertempat di Gedung Wanita Karanganyar, banyak pemuda berusia sekitar lulusan SMA, SMK dan MK di Karanganyar memadati halaman parkir. Mereka mengantri untuk bisa mengikuti kegiatan seminar yang diadakan oleh WIMNUS (Wirausaha Muda Nusantara) dengan tema How To Be Great Student and Youth Enterpreneur.
Dalam kesempatan ini, Bupati Karanganyar memberikan motivasi kepada para peserta supaya lebih bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita. Bupati Karanganyar juga berpesan bahwa salah satu kunci dari kesuksesan bermula dari harapan dan doa yang kuat. Selain itu juga perlu diimbangi dengan usaha yang keras.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga mengapresiasi para peserta yang berkeinginan maju. Di akhir sambutannya, ia meminta remaja khatam 30 juz Al Quran di bulan suci ini, untuk maju ke panggung. Sebanyak 16 pemuda dan pemudi pun menampakkan diri.
Bupati Karanganyar memberikan apresiasi terhadap pemuda yang sudah khatam 30juz Al Qur’an selama Ramadhan
Coach, Trainer, Motivator, dan Entrepreneur muda, Syafii Efendi menyampaiakan bahwa lulusan SMA, SMK dan MA di Karanganyar diajak mengikis paradigma lama dalam berkerja. Menjadi pegawai atau karyawan
sekadar gengsi, namun bukan penentu kesuksesan. “Kita butuh orang muda untuk mencari solusi mendasar. Mereka harus berani tidak melamar kerja. Enggak ikut arus mendaftar CPNS. Biar uang negara untuk menggaji pegawai, disalurkan ke pembangunan saja. Sedari muda, perlu menanamkan mental pengusaha mandiri,” ujarnya.
Mr. Syafii Efendi memberikan motivasi kepada peserta seminar
Menjadi pegawai atau buruh, menurutnya, secara tidak sadar merupakan warisan zaman kolonial. Selama berabad abad, pribumi dididik untuk mengabdi ke pemilik modal. Para pekerja nyaris mustahil memiliki kekayaan lebih. Ironisnya, mereka lebih menghargai statusnya.  “Menyandang baju PNS itu lebih karena gengsi. Padahal, tidak banyak uang yang didapat dari kerjanya,” katanya.
Demikian Diskominfo. (tgr/hr)